GOOD JOBs

GOOD JOBs


Minggu, 28 Oktober 2012

Pusing dan Vertigo



Seluk Beluk Vertigo
Seba Serbi Pusing (Pening)
Pengaruh Usia Pada Kejadian Pening atau Pusing
Benign Paroxysmal Positional Vertigo (Benign Posit...

Seluk Beluk Vertigo

Vertigo adalah perasaan seolah-olah penderita bergerak atau berputar, atau seolah-olah benda di sekitar penderita bergerak atau berputar, yang biasanya disertai dengan mual dan kehilangan keseimbangan.

Vertigo bisa berlangsung hanya beberapa saat atau bisa berlanjut sampai beberapa jam bahkan hari.
Penderita kadang merasa lebih baik jika berbaring diam, tetapi vertigo bisa terus berlanjut meskipun penderita tidak bergerak sama sekali.

Benign Paroxysmal Positional Vertigo.

Benign Paroxysmal Positional Vertigo merupakan penyakit yang sering ditemukan, dimana vertigo terjadi secara mendadak dan berlangsung kurang dari 1 menit.
Perubahan posisi kepala (biasanya terjadi ketika penderita berbaring, bangun, berguling diatas tempat tidur atau menoleh ke belakang) biasanya memicu terjadinya episode vertigo ini.
Penyakit ini tampaknya disebabkan oleh adanya endapan kalsium di dalam salah satu kanalis semisirkularis di dalam telinga bagian dalam.

Vertigo jenis ini mengerikan, tetapi tidak berbahaya dan biasanya menghilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu atau bulan.
Tidak disertai hilangnya pendengaran maupun telinga berdenging.

PENYEBAB

Tubuh merasakan posisi dan mengendalikan keseimbangan melalui organ keseimbangan yang terdapat di telinga bagian dalam.
Organ ini memiliki saraf yang berhubungan dengan area tertentu di otak.

Vertigo bisa disebabkan oleh kelainan di dalam telinga, di dalam saraf yang menghubungkan telingan dengan otak dan di dalam otaknya sendiri.
Vertigo juga bisa berhubungan dengan kelainan penglihatan atau perubahan tekanan darah yang terjadi secara tiba-tiba.

Penyebab umum dari vertigo:

1. Keadaan lingkungan
- Motion sickness (mabuk darat, mabuk laut)
2. Obat-obatan
- Alkohol
- Gentamisin
3. Kelainan sirkulasi
- Transient ischemic attack (gangguan fungsi otak sementara karena berkurangnya aliran darah ke salah satu bagian otak) pada arteri vertebral dan arteri basiler
4. Kelainan di teling
- Endapan kalsium pada salah satu kanalis semisirkularis di dalam telinga bagian dalam (menyebabkan benign paroxysmal positional vertigo)
- Infeksi telinga bagian dalam karena bakteri
- Herpes zoster
- Labirintitis (infeksi labirin di dalam telinga)
- Peradangan saraf vestibuler
- Penyakit Meniere
5. Kelainan neurologis
- Sklerosis multipel
- Patah tulang tengkorak yang disertai cedera pada labirin, persarafannya atau keduanya
- Tumor otak
- Tumor yang menekan saraf vestibularis.

GEJALA

Penderita merasa seolah-olah dirinya bergerak atau berputar; atau penderita merasakan seolah-olah benda di sekitarnya bergerak atau berputar.

DIAGNOSA

Sebelum memulai pengobatan, harus ditentukan sifat dan penyebab dari vertigo.

Gerakan mata yang abnormal menunjukkan adanya kelainan fungsi di telinga bagian dalam atau saraf yang menghubungkannya dengan otak.
Nistagmus adalah gerakan mata yang cepat dari kiri ke kanan atau dari atas ke bawah.
Arah dari gerakan tersebut bisa membantu dalam menegakkan diagnosa. Nistagmus bisa dirangsang dengan menggerakkan kepala penderita secara tiba-tiba atau dengan meneteskan air dingin ke dalam teling.

Untuk menguji keseimbangan, penderita diminta berdiri dan kemudian berjalan dalam satu garis lurus, awalnya dengan mata terbuka, kemudian dengan mata tertutup.

Tes pendengaran seringkali bisa menentukan adanya kelainan telinga yang mempengaruhi keseimbangan dan pendengaran.

Pemeriksaan lainnya adalah CT scan atau MRI kepala, yang bisa menunjukkan kelainan tulang atau tumor yang menekan saraf.

Jika diduga suatu infeksi, bisa diambil contoh cairan dari telinga atau sinus atau dari tulang belakang.

Jika diduga terdapat penurunan aliran darah ke otak, maka dilakukan pemeriksaan angiogram, untuk melihat adanya sumbatan pada pembuluh darah yang menuju ke otak.

PENGOBATAN

Pengobatan tergantung kepada penyebabnya.

Obat untuk mengurangi vertigo yang ringan adalah meklizin, dimenhidrinat, perfenazin dan skopolamin.

Skopolamin terutama berfungsi untuk mencegah motion sickness, yang terdapat dalam bentuk plester kulit dengan lama kerja selama beberapa hari.
Semua obat diatas bisa menyebabkan ngantuk, terutama pada usia lanjut. Skopolamin dalam bentuk plester kulit memiliki efek mengantuk yang paling sedikit. (medicastore)


Seba Serbi Pusing (Pening)

* Pusing/pening bisa dihasilkan dari gangguan yang mempengaruhi bagian tubuh manapun yang mempengaruhi keseimbangan (seperti telinga bagian dalam dan mata) atau dari obat-obatan tertentu.
* Deskripsi tentang masalah oleh penderita dan hasil pada pemeriksaan fisik bisa menduga penyebab, dimana bisa memerlukan tes tambahan.
* Pengobatan tergantung pada penyebabnya dan bisa termasuk pengobatan untuk menghilangkan gejala-gejala yang menyertainya.

Pening/pusing tercatat sekitar 5 sampai 6 % dari kunungan ke dokter. Hal itu bisa terjadi pada usia berapapun tetapi menjadi lebih sering sebagaimana bertambahnya usia orang. Hal itu mempengaruhi sekitar 40% orang yang lebih tua dari 40 tahun kadang-kadang. Pada usia berapapun, pening bisa menyebabkan masalah, terutama sekali ketika melakukan penghitungan atau tugas yang berbahaya, seperti berkendara atau mengoperasikan mesin berat. Orang yang mengalami pening yang berlangsung lama atau berhubungan dengan kegiatan sehari-hari harus mengunjungi dokter.

Dokter biasanya menggolongkan pening sebagai :

* Pusing atau sakit kepala ringan.
* Kehilangan keseimbangan.
* Vertigo.
* Campuran jenis di atas.
* Bukan jenis di atas.

Pening kemungkinan sementara atau kronis. Pening dipertimbangkan kronis jika berlangsung lebih dari sebulan. Pening kronis lebih sering terjadi pada orang yang lebih tua. Pening kronis seringkali sulit untuk dikelompokkan karena seringkali melibatkan lebih dari satu sebab dan karena hal ini terlihat berbeda pada waktu yang berbeda-misal, seperti seperti sakit kepala ringan suatu waktu dan seperti vertigo kemudian

Tahukah anda


* Sekitar 95% waktu, pening, bahkan jika tidak berdaya, tidak dihasilkan dari gangguan yang serius.

* Pada orang yang lebih tua, pening seringkali terjadi tetapi tidak mempunyai penyebab tunggal dan nyata.

PENYEBAB

Meskipun pening kemungkinan mengganggu dan bahkan membuat tidak mampu, hanya sekitar 5% kasus dihasilkan dari gangguan serius. Pening memiliki banyak penyebab karena banyak bagian tubuh bekerja bersama untuk menjaga keseimbangan. Mereka termasuk telinga bagian dalam, mata (yang menyediakan isyarat penglihatan diperlukan untuk menjaga keseimbangan), otot dan persendian, otak (terutama batang otak dan cerebelum), dan syaraf yang menghubungkan semua bagian.

Setiap jenis pada pening cenderung mengalami penyebab khas. Misal, pusing dan sakit kepala ringan bisa terjadi dari mendadak jatuh pada tekanan darah atau dari gangguan lain yang diakibatkan suplai darah menuju otak yang tidak tercukupi. Pada gangguan ini, jantung kemungkinan tidak cukup memompa ke otak, atau arteri menuju otak kemungkinan tersumbat atau menyempit.

Kehilangan keseimbangan bisa diakibatkan dari gangguan penglihatan karena tubuh bergantung kepada isyarat penglihatan untuk menjaga keseimbangan. Kehilangan keseimbangan bisa juga diakibatkan gangguan musculoskeletal, yang menyebabkan kelemahan otot dan dengan demikian berhubungan dengan sulvant dan sedative) dan gangguan pada bagian dalam telinga.berjalan. Penyebab lain termasuk penggunaan obat-obatan tertentu (seperti antikonvulsan dan sedative) dan gangguan dalam telinga.

GEJALA
Penggolongan Pusing/Pening
Jenis
Uraian
Beberapa Penyebab yang Mungkin
Pingsan
Orang tersebut merasa gelap ketika berdiri. Tekanan darah jatuh ketika berdiri (orthostatic hypotension)
Dehidrasi
Kehilangan darah parah
Penyumbatan aliran dari jantung (aortic valve stenosis)
Ritme jantung tidak normal
Kelebihan pengobatan (khususnya dengan penggunaan obat-obatan untuk mengendalikan tekanan darah).
Gangguan sistem saraf (diabetic auronomic neuropathy, multisystem atrophy)
Hilangnya keseimbangan
Orang tersebut merasa goyah dan hampir jatuh bahkan ketika kekuatan otot adalah normal.
Gangguan telinga dalam (vertigo).
Gangguan cerebellar (ataksia yang berhubungan dengan stroke, alcoholism kronis).
Gangguan basal ganglia (penyakit Parkinson, demensia tubuh Lewy, kelumpuhan supranuclear progressive).
Hilangnya perasa posisi pada kaki.
Penyakit neuropati atau tali tulang belakang.
Gangguan penglihatan (disebabkan oleh kacamata baru, penglihatan ganda, operasi katarak).
Pengobatan berlebihan dengan obat penenang, anticonsulvant, atau obat-obatan lain.
Keracunan alkohol.
Vertigo
Orang tersebut atau orang di sekitarnya tampak bergerak atau berputar.
Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV)
Vestibular neuritis.
Penyakit Meniere.
Infeksi bagian Tengah Telinga.
Migren.
Mabuk perjalanan.
Suplai darah yang berkurang menuju batang otak dan cerebellum (vertebrobasilar insufficiency), seperti terjadi selama stroke atau serangan ischemic transient (TIA transient ischemic attack).
Racun obat-obatan menuju telinga bagian dalam (antibiotik aminoglycoside, aspirin, cisplatin (obat kemoterapi), furosemide (diuretik), dan kuinin).
Vaguely “lightheaded”
Pusing, lepas dari dunia atau dengan kata lain terperangkap dalam serangan panik.
Bernafas dalam dan cepat yang tidak normal (hyperventilation dengan serangan panik
Gangguan kegelisahan.
Depresi dengan perasaan disassociation dari dunia.


DIAGNOSA

Sebelum pening bisa diobati, dokter harus memastikan penyebab dan asalnya. Dokter menanyakan orang tersebut untuk menjelaskan secara rinci sensasi yang dirasakan : apakah perasaan selama peristiwa tersebut adalah pusing, sakit kepala ringan, kehilangan keseimbangan, berputar atau bergerak sendiri atau sekitarnya (vertigo), atau rasa lainnya. Orang tersebut ditanyakan ketika pening mulai, berapa lama telah berlangsung, apa yang memicu atau menghilangkannya, dan apa gejala-gejala lain-sakit kepala, tuli, suara gaduh pada telinga (tinnitus), penglihatan terganggu, kelemahan, atau kesulitan berjalan-telah ada. Beberapa rincian membantu menunjuk dengan tepat secara alami pada pening dan bisa memberi perkiraan penyebab.

Salah satu tujuan seorang dokter ketika melakukan pemeriksaan fisik adalah untuk mereproduksi (menimbulkan) gejala-gejala tersebut. Penurunan tekanan darah pada saat berdiri (hipotensi orthostatic) adalah salah satu penyebab paling umum pada pusing/pening. Oleh karena itu, dokter berusaha untuk menimbulkan penurunan tekanan darah dengan mengubah posisi orang tersebut dan melihat apakah gejala-gejala tersebut terjadi ketika tekanan darah diubah. Dokter mengukur tekanan darah dan denyut ketika orang tersebut telah berbaring selama 5 sampai 10 menit, kemudian setelah duduk, dan lagi setelah berdiri. Meja pembaringan memudahkan dokter tersebut untuk melakukan tes lebih teliti. perubahan pada tekanan darah kemungkinan disebabkan oleh dehidrasi, sehingga dokter melihat tanda dehidrasi dan meminta tes laboratorium.

Orang tersebut kemungkinan diminta untuk melakukan gerakan valsalva (mengeluarkan nafas dengan kuat bersamaan mulut tertutup seperti jika bersusah payah ketika buang air besar). Beberapa gerakan memperlambat denyut jantung sementara waktu, yang bisa menghasilkan pening. Electrocardiography (ECG), Holter monitoring untuk kelainan irama jantung, echocardiography, dan olahraga uji stress bisa juga dilakukan untuk meneliti fungsi jantung.

Beberapa tes bisa dipergunakan untuk menilai keseimbangan dan gaya berjalan, seperti tes Romberg. Tes keseimbangan lain, orang yang menapaki garis lurus dengan satu kaki di belkang yang lain.

Tes penglihatan dilakukan, dan mata kemungkinan diperiksa untuk gerakan yang tidak normal (seperti nystagmus). Jika dokter menduga vertigo, mereka melakukan tes khusus untuk menimbulkan gejala-gejala. Sebagai tambahan, tes pendengaran bisa digunakan untuk mendeteksi gangguan telinga dalam yang mempengaruhi baik keseimbangan dan pendengaran.

Prosedur diagnosa tambahan bisa termasuk computed tomography (CT) dan Magnetic Resonance Imaging (MRI) pada kepala. prosedur ini biasanya sangat berguna jika dokter menduga bahwa suplai darah menuju otak tidak mencukupi dan menyebabkan gejala-gejala seperti stroke. Sebagai tambahan, CT angiography, magnetic resonance angiographyv (MRA), atau cerebral angiography (juga disebut kateter angiography karena sebuah kateter dimasukkan ke dalam arteri) bisa menunjukkan apakah arteri menuju otak menyempit atau tersumbat. CT angiography dan MRA tidak menyakitkan dan biasanya lebih dianjurkan daripada cerebral angiography.

Diagnosa lainnya dijalankan jika tidak muncul atau tidak nyata penyebab pening ditemukan, dokter tersebut bisa menanyakan kira-kira kemungkinan penyebab psikologi. Beberapa tes bisa membantu dokter mengidentifikasi depresi, gangguan somatization, dan masalah psikologi lain yang bisa mempengaruhi orang tersebut untuk pusing atau merasa tidak menyatu dengan dunia. Jika tidak ada penyebab yang teridentifikasi, dokter meneliti ulang orang tersebut secara bertahap.

PENGOBATAN

Pengobatan khusus bergantung pada penyebab yang dikenali. Mendapatkan cairan yang cukup sering memperbaiki tekanan darah rendah arthostatic yang diakibatkan dari dehidrasi. Obat-obatan (seperti mineralocorticoid dan midodrine) kemungkinan diperlukan untuk orang dengan hipotensi arthostatic yang disebabkan disfungsi pada sistem syaraf autonomi. Jika penyebab pening adalah sebuah obat, obat tersebut dihentikan atau dosisnya dikurangi. Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV) seringkali dapat diringankan dengan gerakan memutar kepala (gerakan epley) dilakukan di ruangan dokter. Jika dokter menduga gejala-gejala tersebut seperti stroke, kemudian faktor resiko diobati, beberapa obat-obatan antiplatelet diberikan dan kemungkinan dengan membypass atau menempatkan stent pada arteri yang tersumbat.

Tanpa memperhatikan apakah sebuah penyebab dikenali, obat-obatan kemungkinan diberikan untuk mengurangi gejala-gejala yang menyertai (seperti mual) atau untuk mencegah tekanan darah turun. (medicastore)



Pengaruh Usia Pada Kejadian Pening atau Pusing

Sesuai usia orang, beberapa bagian tubuh yang berhubungan dengan fungsi keseimbangan kurang baik. Misal, melihat dalam cahaya yang samar menjadi lebih sulit, dan struktur pada telinga bagian dalam memburuk. Mekanisme yang mengendalikan tekanan darah menjadi kurang responsive terhadap perubahan pada kebutuhan tubuh untuk darah. akibatnya, tekanan darah bisa turun ketika seseorang berdiri (menyebabkan hipotensi orthotastic) atau setelah makanan dimakan (menyebabkan hipotensi postprandial), dan orang tersebut merasa pusing. Biasanya, pusing tidak diakibatkan dari perubahan usia yang berhubungan sendiri. Hal ini lebih mungkin terjadi jika seseorang mengalami gangguan atau menggunakan obat yang menyebabkan pusing.


Gangguan yang menyebabkan pusing (seperti gangguan jantung dan stroke) lebih sering terjadi pada orang tua. Sehingga nyeri radang sendi yang mempengaruhi punggung bawah, paha, dan lutut dan membatasi berjalan. Orang tua bisa merasa atau takut ditinggalkan hanya ketika mereka juga kehilangan kebebasan mereka. Depresi bisa menyebabkan apatis dan merasa terbuang dari dunia. Juga, orang yang depresi seringkali kehilangan minat pada banyak kegiatan. Ketidakaktifan dari berbagai penyebab bisa mempercepat tulang keropos dan kelemahan otot yang tidak dipakai lagi. Orang bisa merasa lemah, goyah, pusing, dan cemas ketika berusaha untuk berjalan, takut jatuh dan patah paha.


Orang yang lebih tua lebih mungkin menggunakan obat-obatan yang bisa menyebabkan pening. Obat-obatan ini termasukyang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi, rasa sakit dada (angina), gagal jantung, serangan, atau gelisah, seperti antibiotik tertentu, antihistamin, dan obat tidur. Beberapa antihistamin (seperti meclizine) digunakan untuk mengobati vertigo. Mereka lebih mungkin mengalami efek samping pada orang tua. Dengan demikian, orang tua harus menghindari menggunakan obat-obatan ini sebisa mungkin. Hal yang sama bisa dikatakan untuk antihistamin dan obat tidur OTC.

Dua gangguan pada telinga bagian dalam adalah penyebab pening pada orang tua : benign paroxysmal positional vertigo dan penyakit Meniere.

Pada orang tua, pening kronis meningkatkan resiko terjatuh dan patah dan mengurangi kemampuan untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Pening kronis seringkali memiliki banyak penyebab dan dengan demikian sulit untuk diobati. Ketika penelitian tidak menduga penyebab tunggal, dokter berusaha untuk memperbaiki banyak faktor yang bisa menyebabkan pening sebisa mungkin.

Jika pening berlangsung lama meskipun diobati, orang bisa mempelajari strategi untuk membantu mereka lebih berfungsi, seperti berikut di bawah ini :

* Menghindari gerakan yang memicu pening untuk mereka, seperti melihat ke atas atau membungkuk ke bawah.
* Menyimpan benda pada tingkat yang mudah diraih.
* Berdiri pelan-pelan setelah duduk atau berbaring.
* Mengepalkan tangan mereka dan melenturkan kaki mereka sebelum berdiri.
* Mempelajari olahraga yang dikombinasi dengan mata, kepala, gerakan tubuh untuk membantu mencegah pening.
* Terapi fisik dan olahraga untuk menguatkan otot dan memelihara gaya berjalan bebas selama mungkin.(medicastore)


Benign Paroxysmal Positional Vertigo (Benign Positional Vertigo)/BPPV

Benign Positional Vertigo (Benign paroxysmal positional vertigo), atau BPPV, adalah kekacauan biasa yang menyebabkan episode pendek resiko dalam merespon untuk merubah posisi kepala yang merangsang kanal semusirkular posterior dari telinga bagian dalam.

Vertigo adalah sensasi pusing spesifik. Orang dengan vertigo merasa seolah-olah mereka, lingkungan mereka, atau keduanya sedang bergerak atau berputar.


Perubahan posisi kepala - biasanya membelokkan kepala di atas bantal sebelum bangun pagi hari, atau menengadah untuk mencapai rak tinggi
sering memicu episode kekacauan ini. BPPV biasanya berkembang ketika partikel kalsium yang biasanya terlekat pada satu bagian telinga dalam (utricle dan saccule) tergusur dan pindah ke bagian telinga dalam lain (kanal semisirkular posterior). Telinga bagian dalam terdiri dari tiga kanal semisirkular, yang membantu keseimbangan. Kanal posterior, tidak seperti kanal anterior dan horisontal, adalah tempat terbaik untuk menerima hamper semua pelepasan partikel lewat gravitasi sepanjang malam. Sewaktu mereka berkumpul, mereka membentuk kotoran berkapur dan dan lebih lanjuta dapat membentuk masa yang melebih-lebihkan gerakan cairan pada kanal ketika kepala berganti posisi. Menghasilkan perangsangan berlebih pada reseptor saraf (sel rambut) di dalam kanal posterior membuat otak merasa seolah-olah kepala sedang berpindah lebih cepat dan banyak daripada biasanya. informasi ini tidak cocok dari mata dan dari posisi sensor sendi. Ketidakseimbangan ini menghasilkan episode singkat vertigo. Partikel mungkin lepas dari utricle dan saccule dengan bertambahnya umurg. Atau, pelepasan mungkin disebabkan oleh luka infeksi telinga, , mempaerpanjang waktu istirahat di tempat tidur, pembedahan telinga, cedera kepala, atau tersekat pada arteri telinga dalam.

Vertigo jenis ini bisa menakutkan, tetapi biasanya tak berbahaya dan hilang sendiri. Mungkin disertai oleh mual, muntah, dan nystagmus khusus (gerakan mata terbelalak yang cepat pada satu arah bergantian dengan gerakan menurun yang lebih lambat hingga ke posisi semula). Episode vertigo memulai sesudah 5 sampai 10 detik setelah kepala dan bertahan kurang dari semenit. Episode biasanya reda dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Kadang-kadang, mereka menetap selama berbulan-bulan dan bisa menyebabkan dehidrasi karena mual dan muntah. Tidak terjadi kehilangan pendengaran atau telinga berdenging (tinnitus).

DIAGNOSA

Diagnosa berdasarkan deskripsi dari gejala dan situasi di mana mereka terjadi. Tindakan Dix Hallpike merangsang kanal posterior. Orang duduk di meja pemeriksaan dengan kepala diarahkan 45 derajat ke sebelah kanan. Lalu orang berbaring ke belakang agar kepala tetap ke arah 45 derajat dan tergantung dari meja periksa sekitar 20 derajat. Pada BPPV, ada kelambatan sekitar 5 sampai 10 detik sebelum vertigo dan nystagmus terhalangi, tetapi kelambatan mungkin menjadi panjang selama 30 detik. Gejala terakhir 10 sampai 30 detik. Fiksasi visual bisa memperpendek atau malah menghapuskan nystagmus, oleh sebab itu tindakan idealnya dilakukan dengan memakaikan penderita lensa Frenzel (yang membuatnya mustahil secara visual berfiksasi pada apa saja). Ketika tindakan diulang beberapa kali, intensitas vertigo dan nystagmus berkurang (habituation). Keadaan yang berbeda, posisi vertigo yang berhubungan dengan pusat menyebabkan gejala dengan segera. Vertigo berlanjut selama kepala dalam posisi yang sama, dan tidak ada habituation untuk mengulang tindakan. Tindakan Dix Hallpike dengan begitu bisa membantu dokter dalam membedakan penyebab yang berhubungan dengan telinga normal, seperti BPPV, dari penyebab penting yang lebih serius, seperti stroke dan multipel sklerosis.

PENGOBATAN

BPPV dengan mudah diobati. Partikel dengan sederhana perlu dikeluarkan dari kanal semisirkular posterior dan mengembalikannya ke mana mereka berasal. Hal ini menghendaki manuver seperti menjungkirbalikkan kepala di angkasa. Manuver ini disebut tindakan reposisi canalith atau manuver Epley, setelah dokter yang memeloporinya. Manuver ini dengan segera menyembuhkan vertigo sekitar 90% dari penderita. Mengulang manuver meningkatkan 5% lagi. Pada beberapa orang, vertigo berulang. Jika dilakukan, manuver ulang. Orang bisa diajar bagaimana caranya untuk melakukan manuver di rumah kalaupun vertigo berulang. Untuk 5% dari orang yang tidak disembuhkan dengan manuver, obat mungkin dipakai. Sangat jarang, pembedahan diperlukan. Kadangkala, kanal horisontal terkena, dan mengguling sepotong batang kayu sendiri bisa mengurangi gejala.

Pengobatan sederhana untuk vertigo

Beberapa orang mengalami vertigo kalau mereka mengubah posisi kepala mereka secara cepat, sepertii kalau menggulingkan kepala mereka di atas bantal, memandang ke bawah untuk mengikat sepatu mereka, atau menoleh ke atas untuk menggapai barang di atas rak tinggi. Vertigo ini biasanya karena BPPV. Terjadi kalau partikel kalsium sangat kecil lepas dari lokasi biasa mereka untuk membentuk kotoran, biasanya di kanal semisrkular posterior (salah satu kanal di telinga dalam). Gangguan sering bisa dilenyapkan dengan mempergunakan manuver Epley untuk mengeluarkan partikel dari kanal dan mengembalikan ke mana mereka berasal. Pada manuver ini, badan dan kepala orang digerakkan ke dalam posisi berbeda, beriringan. Masing-masing posisi ditahan selama sekitar 30 detik untuk membolehkan partikel pindah oleh gravitasi ke bagian kanal lain. Untuk memeriksa jika manuver berjalan, orang memindahkan kepala ke arah dimana dulunya menyebabkan vertigo. Jika vertigo tidak terjadi, manuver berjalan baik. Tetap dalam posisi semi-tegak selama 24 jam setelah manuver Epley, dulunya dianjurkan, tidak lagi perlu dipertimbangkan.

1. Akhirnya, kepala dan badan dibalik semakin banyak, sampai hidung menunjuk ke lantai dengan bulu burung. Orang kemudian duduk tegak tetapi menjaga kepala agar tetap dibelokkan sejauh mungkin. Satu kali orang lurus, kepala bisa menghadap ke depan.

2. Terlebih dulu, dengan orang duduk, kepala dibalik sekitar 45 ke sebelah kanan atau kiri, tergantung pada sisi pemicu vertigo. Orang kemudian berbaring dengan kepala bergantung di balik pinggir meja periksa (atau tempat tidur). Kotoran memicu sinyal dibesar-besarkan ke otak, menghasilkan vertigo.


3. Kepala dibelokkan lebih jauh ke sebelah kiri, agar telinga sejajar dengan lantai.
4. Kepala kemudian diubah ke arahi yang lain dengan sudut yang sama.
(medicastore)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar