GOOD JOBs

GOOD JOBs


Senin, 29 Oktober 2012

Kelainan Saraf Kranial



Neuralgia Trigeminal (tic douloureux)
Neuralgia Glossofaringeal- Nyeri Tenggorokan & Tel...
Bell's Palsy : Kelainan Saraf Wajah
Paralisa Bell : Kelemahan Wajah Pada Satu Sisi
Conjugate Gaze Palsy
Diffuse Axonal Injury - Sebabkan Hilang Kesadaran
Kejang hemifacial (Hemifacial Spasm)
Gangguan pada saraf Hypoglossal (Hypoglossal Nerve...
Internuclear Ophthalmoplegia
Kelumpuhan Syaraf Kranial yang mengontrol Pergerak...
Kelumpuhan syaraf cranial ke-3 (syaraf oculomotor)...
Kelumpuhan syaraf cranial ke-4 (syaraf Trochlear)
Kelumpuhan syaraf cranial ke-6 (syaraf abducens)


Neuralgia Trigeminal (tic douloureux)

Neuralgia Trigeminal (tic douloureux) merupakan kelainan fungsi dari saraf trigeminal (saraf kranial V), yang membawa sensasi dari wajah ke otak.

Kelainan fungsi saraf trigeminal menyebabkan serangan nyeri tajam yang hebat selama beberapa detik sampai beberapa menit.
Neuralgia trigeminal terjadi pada dewasa, tetapi lebih sering ditemukan pada usia lanjut.

PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui.

GEJALA
Nyeri bisa terjadi secara spontan, tetapi lebih sering timbul karena tersentuhnya titik tertentu (titik pemicu) atau karena aktivitas tertentu (misalnya menggosok gigi atau mengunyah).

Serangan ulang dari nyeri yang luar biasa bisa dirasakan di setiap bagian pada wajah bagian bawah.
Nyeri paling sering dirasakan di pipi dekat hidung atau di daerah rahang.

Nyeri bisa terjadi sampai 100 kali/hari dan yerinya dapat melumpuhkan.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan nyerinya yang khas.
Juga dilakukan pemeriksaan untuk menemukan penyebab lain dari nyeri di wajah (misalnya kelainan pada rahang, gigi atau sinus, atau penekanan saraf trigeminal oleh tumor atau suatu aneurisma).

PENGOBATAN
Serangan nyeri sifatnya berulang dan singkat, karena itu biasanya tidak diberi obat nyeri.
Obat yang diberikan adalah anti kejang, yang akan menstabilkan selaput saraf. Biasanya diberikan karbamazepin, jika tidak berhasil atau menimbulkan efek samping yang berat, diganti dengan fenitoin.

Pada beberapa kasus digunakan baklofen dan obat anti depresi.
Biasanya terjadi perbaikan spontan, tetapi serangan nyeri bisa kambuh setiap saat.

Neuralgia trigeminal kadang disebabkan oleh penekanan arteri terhadap saraf yang terletak di dekat otak.
Pada keadaan ini dilakukan pembedahan untuk memisahkan arteri dari saraf dan untuk mengurangi nyeri.

Pada penderita yang tidak memberikan respon terhadap pemberian obat bisa dilakukan pemeriksaan dimana alkohol disuntikkan ke dalam saraf untuk menyumbat fungsinya sementara waktu.
Jika tindakan ini menyebabkan berkurangnya nyeri, maka saraf bisa dipotong atau dihancurkan dengan menyuntikkan obat ke dalammnya. Hal ini merupakan pilihan terakhir dari pengobatan karena seringkali menyebabkan rasa tidak nyaman di wajah.
 
 
 

Neuralgia Glossofaringeal- Nyeri Tenggorokan & Telinga




Neuralgia Glossofaringeal adalah suatu kelainan yang jarang, dimana terjadi serangan berulang dari nyeri hebat di tenggorokan bagian belakang dekat amandel, yang kadang-kadang mengenai telinga pada sisi yang sama.

Neuralgia trigeminal biasanya mulai timbul pada usia 40 tahun dan lebih sering terjadi pada pria.

PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui.

GEJALA
Serangan nyeri hilang timbul dan singkat, tetapi menyebabkan nyeri yang luar biasa dan bisa dipicu oleh aktivitas tertentu, seperti mengunyah, menelan, berbicara atau menguap.

Nyeri bisa berlangsung selama beberapa detik sampai beberapa menit dan biasanya hanya mengenai satu sisi.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejalanya.

PENGOBATAN
Obat yang diberikan adalah karbamazepin, fenitoin, baklofen dan anti depresi.

Jika pemberian obat tidak berhasil mengurangi gejala, mungkin perlu dilakukan pembedahan untuk menghalangi atau memotong saraf glossofaringeal di leher maupun di dasar otak.  

 

Bell's Palsy : Kelainan Saraf Wajah



Bell's Palsy adalah suatu kelainan pada saraf wajah yang menyebabkan kelemahan atau kelumpuhan tiba-tiba pada otot di satu sisi wajah.

Saraf wajah adalah saraf kranial yang merangsang otot-otot wajah.

PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui, tetapi diduga terjadi pembengkakan pada saraf wajah sebagai reaksi terhadap infeksi virus, penekanan atau berkurangnya aliran darah.

GEJALA
Bell's palsy terjadi secara tiba-tiba.
Beberapa jam sebelum terjadinya kelemahan pada otot wajah, penderita bisa merasakan nyeri di belakang telinga. Kelemahan otot yang terjadi bisa ringan sampai berat, tetapi selalu pada satu sisi wajah.

Sisi wajah yang mengalami kelumpuhan menjadi datar dan tanpa ekspresi, tetapi penderita merasa seolah-olah wajahnya terpuntir.
Sebagian besar penderita mengalami mati rasa atau merasakan ada beban di wajahnya, meskipun sebetulnya sensasi di wajah adalah normal.

Jika bagian atas wajah juga terkena, maka penderita akan mengalami kesulitan dalam menutup matanya di sisi yang terkena.
Kadang penyakit ini mempengaruhi pembentukan ludah, air mata atau rasa di lidah.

Bell's palsy Ptosis

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejalanya.
Bell's palsy selalu mengenai satu sisi wajah; kelemahannya terjadi tiba - tiba dan dapat melibatkan baik bagian atas atau bagian bawah wajah.

Penyakit lainnya yang juga bisa menyebabkan kelumpuhan saraf wajah adalah:
- Tumor otak yang menekan saraf
- Kerusakan saraf wajah karena infeksi virus (misalnya sindroma Ramsay Hunt)
- Infeksi telinga tengah atau sinus mastoideus
- Penyakit Lyme
- Patah tulang di dasar tengkorak.
Untuk membedakan Bell's palsy dengan penyakit tersebut, bisa dilihat dari riwayat penyakit, hasil pemeriksaan rontgen, CT scan atau MRI. Pada penyakit Lyme perlu dilakukan pemeriksaan darah.
Tidak ada pemeriksaan khusus untuk Bell's palsy.

PENGOBATAN
Tidak ada pengobatan khusus untuk Bell's palsy.

Beberapa ahli percaya bahwa kortikoteroid (misalnya prednison) harus diberikan dalam waktu tidak lebih dari 2 hari setelah timbulnya gejala dan dilanjutkan sampai 1-2 minggu.
Apakah pengobatan ini bisa mengurangi nyeri dan memperbaiki kesempatan untuk sembuh, masih belum dapat dibuktikan.

Jika kelumpuhan otot wajah menyebabkan mata tidak dapat tertutup rapat, maka mata harus dilindungi dari kekeringan.
Tetes mata pelumas digunakan setiap beberapa jam.

Pada kelumpuhan yang berat, pemijatan pada otot yang lemah dan perangasangan sarafnya bisa membantu mencegah terjadinya kekakuan otot wajah.

Jika kelumpuhan menetap sampai 6-12 bulan atau lebih, bisa dilakukan pembedahan untuk mencangkokkan saraf yang sehat (biasanya diambil dari lidah) ke dalam otot wajah yang lumpuh.


PROGNOSIS

Jika kelumpuhannya parsial (sebagian), maka penyembuhan total terjadi dalam waktu 1-2 bulan.
Prognosis pada kelumpuhan total adalah bervariasi, tetapi sebagian besar mengalami penyembuhan sempurna.

Untuk menentukan kemungkinan terjadinya penyembuhan total, bisa dilakukan pemeriksaan untuk menguji saraf wajah dengan menggunakan rangsangan listrik.
Kadang saraf wajah membaik, tetapi membentuk hubungan yang abnormal yang menyebabkan timbulnya gerakan yang tidak dikehendaki pada beberapa otot wajah atau keluarnya air mata secara spontan.
 
 

Paralisa Bell : Kelemahan Wajah Pada Satu Sisi


Paralisa Bell adalah penyakit pada saraf otak ketujuh yang mengakibatkan kelemahan unilateral wajah atau kelumpuhan. Perkembangan penyakit ini sangat cepat.

Meskipun menyerang segala usia, penyakit ini umumnya ditemukan pada orang berusia di bawah 60 tahun. 80% sampai 90% penderita bisa sembuh secara spontan dalam tempo 1 sampai 8 minggu, meskipun penyembuhan dapat tertunda pada orang berusia lebih tua.

Bila penyembuhan hanya sebagian, kontraksi dapat berkembang sebagai kelumpuhan pada sebagian sisi wajah. Paralisa Bell dapat terjadi lagi, pada tempat yang sama atau sisi yang berlainan pada wajah.

PENYEBAB

Paralisa Bell menghambat susunan saraf otak ketujuh yang bertanggung jawab sebagai saluran saraf ke otot wajah.

Saraf terhambat karena adanya reaksi infeksi (biasanya pada lubang telinga bagian dalam) yang sering dikaitkan dengan infeksi dan dihasilkan sebagai akibat dari pendarahan di dalam, tumor, meningitis atau trauma lokal.

GEJALA

Paralisa Bell disebabkan oleh kelemahan wajah pada satu sisi, kadang-kadang dengan rasa sakit di sekitar sudut rahang bawah atau di belakang kuping. Pada sisi yang terserang, mulut terkulai (menyebabkan penderita terkulai juga pada sudut mulutnya) dan pengindraan rasa juga terganggu pada bagian lidah depan.

Selain itu, kening terlihat halus, dan kemampuan penderita untuk menutup mata pada sisi wajah yang terserang sangat terbatas. Saat mencoba menutup mata tersebut, mata bergulir ke atas (disebut fenomena Bell) dan mengakibatkan air mata yang berlebihan.

Meskipun fenomena Bell terjadi pada orang yang normal, fenomena ini tidak terlihat karena mata dapat menutup secara utuh dan menutupi gerakan mata ini. Pada paralisa Bell, tidak utuhnya penutupan mata membuat gerakan ini terlihat sangat jelas.

DIAGNOSA

Diagnosis penyakit ini tergantung pada hasil presentasi klinis penampilan wajah yang terganggu dan ketidakmampuan menaikkan alis, menutup pelupuk mata, tersenyum, menunjukkan gigi, atau menggembungkan pipi.

Setelah 10 hari, pemeriksaan elektromiografi dapat menolong perkiraan tingkat penyembuhan yang diharapkan dengan membedakan kerusakan konduksi sementara dengan infeksi serius pada serat saraf.

PENGOBATAN

Pengobatan terdiri dari Dexamethasone, kortikosteroid oral yang dapat mengurangi pembengkakan saraf wajah dan memperbaiki konduksi saraf dan aliran darah.

Setelah 14 hari terapi Dexamethasone, elektroterapi dapat dilakukan untuk menghindari terjadinya atrofi otot wajah.

Selama terapi Dexamethasone, penderita dapat mengalami efek sampingan, terutama gangguan saluran pencernaan dan pengambatan cairan.

Bila gangguan saluran pencernaan terjadi minumlah antasid pada saat bersamaan. Cara ini dapat mengurangi gangguan. Bila penderita juga menderita diabetes, Dexamethasone harus digunakan dengan hati-hati dan dengan memonitor kadar gula darah.
 

Conjugate Gaze Palsy

Pada Conjugate Gaze Palsy, kedua mata tidak dapat bergerak dalam satu perintah (sisi ke sisi, ke atas, atau ke bawah) pada waktu bersamaan.

Conjugate Gaze Palsy lebih sering mempengaruhi pandangan horizontal (melihat ke samping). Pandangan ke atas kurang dipengaruhi, dan pandangan ke bawah bahkan sedikit dipengaruhi. Orang bisa memastikan bahwa mereka tidak dapat melihat pada arah tertentu.

PENYEBAB

Conjugate Gaze Palsy: penyebab yang paling sering adalah kerusakan batang otak, seringkali oleh stroke. Seringkali, kelumpuhan tersebut adalah sepenuhnya dan berat. Di mana, mata tidak dapat bergerak menuju ke samping sepenuhnya. Kelumpuhan juga bisa disebabkan kerusakan bagian depan otak besar, biasanya oleh stroke. Kelumpuhan yang dihasilkan tidak seberat yang disebabkan oleh kerukan batang otak, dan gejala-gejala seringkali berkurang dengan berjalannya waktu.

Kelumpuhan pandangan vertical : pandangan ‘vertikal berangsur-angsur menurun ketika tua, tetapi kelumpuhan pandangan ‘vertikal lebih berat dibandingkan perubahan yang berhubungan dengan usia. Biasanya, pandangan ke atas terkena. Penyebab paling sering adalah kerusakan menuju bagian atas tangkai otak (midbrain), biasanya oleh stroke atau tumor.

Pupil biasanya besar (membesar). Pada reaksi terhadap cahaya, mereka bisa menekan lebih lambat dan kurang sempurna dibandingkan normal. Ketika orang berusaha untuk melihat ke atas, mata bergerak cepat pada satu perintah, kemudian lambat menyimpang pada perintah lainnya. Ketidaksengajaan ini, gerakan mengedipkan mata disebut nystagmus.

Jika pandangan ke bawah tetapi bukan pandangan ke atas yang lumpuh, penyebabnya biasanya kelumpuhan supranuclear progressive.
 
 

Diffuse Axonal Injury - Sebabkan Hilang Kesadaran


Diffuse axonal injury adalah luka yang menyebar menuju axons, bagian dari sel saraf pada otak.

PENYEBAB

Impul saraf meninggalkan sel saraf melalui bagian pada sel saraf disebut axon. Pada luka axonal yang berlangsung lama, axons melalui otak adalah rusak. Penyebab Diffuse axonal injury yang sering termasuk jatuh dan kecelakaan kendaraan bermotor. Diffuse axonal injury bisa menyebabkan sindrom bayi berguncang, dimana guncangan keras atau terlemparnya seorang bayi menyebabkan luka otak. Akibatnya Diffuse axonal injury, sel otak bisa mati, menyebabkan pembengkakan otak, meningkatkan tekanan di dalam tengkorak. Peningkatan tekanan bisa menutup luka dengan mengurangi suplai darah menuju otak.

GEJALA

Diffuse axonal injury biasanya menyebabkan kehilangan kesadaran yang berlangsung lebih dari 6 jam. Kadangkala orang tersebut mengalami kerusakan pada daerah khusus pada otak. Peningkatan tekanan di dalam tengkorak bisa menyebabkan koma. Computed tomography (CT) scans atau magnetic resonance imaging (MRI) biasanya dilakukan untuk mendeteksi Diffuse axonal injury.

PENGOBATAN

Diffuse axonal injury diobati dengan alat umum yang digunakan untuk mengobati semua jenis luka kepala. Operasi sangat tidak membantu.
 
 

Kejang hemifacial (Hemifacial Spasm)


Kejang hemifacial (Hemifacial Spasm) adalah kejang tidak disadari yang tidak terasa sakit pada salah satu bagian wajah disebabkan kerusakan syaraf cranial ke-7 (syaraf wajah). Syaraf ini menggerakkan otot wajah, merangsang kelenjar ludah dan air mata, dan memungkinkan bagian depan lidah untuk mengetahui rasa.

Kejang hemifacial (Hemifacial Spasm) mempengaruhi pria dan wanita tetapi lebih sering terjadi pada usia pertengahan dan wanita yang lebih tua.

Kejang tersebut kemungkinan disebabkan oleh kelainan posisi arteri atau simpul pada arteri yang menekan syaraf cranial ke-7 dimana terdapat batang otak.

GEJALA

Otot pada salah satu bagian wajah tidak sengaja kejang, biasanya diawali dengan kelopak mata, kemudian menyebar menuju pipi dan mulut. Kejang kemungkinan sementara pada awalnya tetapi bisa jadi hampir berlanjut. Gangguan tersebut pada hakekatnya tidak menyakitkan tetapi bisa memalukan.

DIAGNOSA

Diagnosa tersebut dibuat ketika dokter melihat kejang. Magnetic resonance imaging (MRI) harus dilakukan untuk memeriksa tumor, kelainan struktur lain, dan bukti pada multiple sclerosis. Biasanya, MRI bisa mengenali kelainan simpul pada tekanan arteri melawan syaraf tersebut.

PENGOBATAN

Botulinum toxin adalah obat yang dipilih. Hal ini disuntikkan ke dalam otot yang terkena. Obat-obatan yang sama digunakan untuk mengobati trigeminal neuralgia-antidepreasn carbamazepine, gabapentin, phenytoinome baclofen, dan trisiklik bisa membantu. Jika pengobatan menggunakan obat-obatan tidak berhasil, operasi kemungkinan dilakukan untuk memisahkan kelainan arteri dari syaraf dengan menempatkan busa kecil diantaranya.  


Gangguan pada saraf Hypoglossal (Hypoglossal Nerve Disorders)

Gangguan pada saraf tengkorak ke-12/saraf hypoglossal (Hypoglossal Nerve Disorders) menyebabkan kelemahan atau susut (atropi) pada lidah pada bagian yang terkena. Saraf ini menggerakkan lidah.

PENYEBAB

Penyebab gangguan pada saraf Hypoglossal termasuk sebuah tumor atau kelainan tulang pada pangkal tengkorak, stroke, infeksi pada batang otak, atau luka pada leher, seperti yang disebabkan pada operasi pengangkatan pada penyumbatan dari arteri di leher (endarterectomy). Anmyotropgic lateral sclerosis (penyakit Lou Gehrig) bisa juga merusak saraf hypoglossal.

GEJALA

Lidah tersebut menjadi lemah pada bagian yang terkena dan secepatnya merana (atropi). Akibatnya, orang mengalami kesulitan berbicara, mengunyah, dan menelan. Kerusakan disebabkan oleh amyotrophic lateral sclerosis membuat tipis, gerakan memutar yang halus (fasciculation) pada permukaan lidah.

DIAGNOSA

Magnetic resonance imaging (MRI) biasanya dilakukan untuk melihat tumor atau bukti pada stroke. Ketukan tulang belakang (tusuk sakit pinggang kemungkinan diperlukan jika kanker atau infeksi adalah mungkin).
PENGOBATAN

Pengobatan tergantung pada penyebabnya.
 
 

Internuclear Ophthalmoplegia


Internuclear ophthalmoplegia adalah kerusakan gerakan mata horizontal disebabkan oleh kerusakan hubungan tertentu di antara syaraf pusat pada batang otak.

PENYEBAB

Pada Internuclear ophthalmoplegia, serabut syaraf yang mengkoordinir kedua mata pada gerakan horizontal-melihat dari sisi ke sisi- rusak. serabut-serabut penghubung ini berkumpul pada sel syaraf (bagian tengah atau nuclei) yang berasal dari syaraf kranial ke-3 (syaraf oculomotor) dan syaraf kranial ke-6 (syaraf abducens). Pada orang yang lebih tua, gangguan tersebut biasanya dihasilkan dari stroke, dan hanya salah satu mata yang terkena. Pada orang yang lebih tua gangguan biasanya karena stroke da hanya satu mata yang terkena. Tidak sering menyebabkan termasuk penyakit Lyme, tumor, dan toksisitas yang disebabkan oleh sebuah obat (seperti antidepresan trisiklik).

GEJALA

Gerakan mata horizontal adalah lemah, tetapi bagian vertikal tidak. Mata yang terkena tidak dapat berbalik ke dalam, tetapi bisa berbalik keluar. Ketika penglihatan orang kepada sisi sebaliknya mata yang terkena, hal-hal berikut akan terjadi :

* Mata yang terkena, yang harusnya berbalik ke dalam, tidak dapat bergerak melewati midline. Dimana, mata yang terkena tampak lurus ke depan.
* Sebagaimana mata yang lainnya berbalik keluar, itu seringkali terjadi tanpa sengaja, gerakan mengedip berulang disebut nystagmus. Dimana, gerakan mata yang cepat dalam satu perintah, kemudian menyimpang dengan lambat dalam perintah lainnya.

Orang dengan internuclear opthalmoplegia bisa mengalami penglihatan ganda.

Sindrom one-and-a-half dihasilkan ketika gangguan tersebut yang menyebabkan Internuclear ophthalmoplegiajuga merusak bagian pusat yang mengkoordinir dan mengendalikan gerakan mata horizontal (pusat pandangan horizontal). Ketika orang tersebut mencoba untuk melihat ke sisi lainnya, mata yang terkena tetap tidak bergerak di bagian tengah. Mata yang lainnya bisa berbalik ke luar tetapi tidak ke dalam. Sebagaimana internuclear ophthalmoplegia, gerakan mata vertikal tidak terkena.

Pada Internuclear ophthalmoplegiadan sindrom one-and-a-half, mata bisa berbalik ke dalam ketika penglihatan orang tersebut ke dalam (ketika fokus ke benda di sekitarnya) bahkan meskipun mata tidak dapat berbalik ke dalam ketika orang tersebut melihat ke samping.

PENGOBATAN

Untuk Internuclear ophthalmoplegia atau sindrom one-and-a-half, pengobatan dan pandangan (apakah gangguan tersebut mereda atau sembuh secepatnya) bergantung pada gangguan yang menyebabkannya.
 
 

Kelumpuhan Syaraf Kranial yang mengontrol Pergerakan Mata

Gangguan ini berhubungan dengan kelumpuhan syaraf kranial yang mengendalikan gerakan mata (syaraf ke-3, ke-4, ke-6), mengganggu kemampuan untuk menggerakkan mata. Bagaimana gerakan mata dipengaruhi tergantung pada syaraf mana yang terkena.

Mata digerakkan oleh tiga pasang otot, dikendalikan oleh syaraf cranial ke-3, ke-4, dan ke-6. otot-otot ini menggerakkan mata ke atas dan ke bawah, ke kanan dan ke kiri, dan secara diagonal. Orang bisa mengalami penglihatan ganda ketika mereka melihat pada arah tertentu.
 
 

Kelumpuhan syaraf cranial ke-3 (syaraf oculomotor)


Kelumpuhan syaraf cranial ke-3 bisa disebabkan oleh gangguan otak-seperti luka kepala, tonjolan (aneurysm) pada arteri yang mensuplai otak, wasir, atau tumor-atau oleh diabetes.

GEJALA

Mata yang terkena berputar keluar ketika mata yang tidak terkena melihat lurus ke depan, menyebabkan penglihatan ganda. Mata yang terkena bisa bergerak hanya ke arah tengah ketika melihat k edalam dan tidak dapat bergerak ke atas dan bawah. Karena syaraf cranial ke-3 juga menaikkan kelopak mata dan mengendalikan pupil, kelopak mata layu, dan pupil kemungkinan melebar (membesar). Itu tidak bisa menyempit (mengkerut dalam reaksi terhadap cahaya.

Gangguan tersebut menyebabkan kelumpuhan bisa memburuk, berakibat serius, keadaan mengancam nyawa. Misal, sakit kepala berat bisa terjadi tiba-tiba, atau seseorang bisa menjadi semakin mengantuk atau kurang responsive. Dalam beberapa kasus, penyebab tersebut kemungkinan pecahnya aneurysm, yang kemudian berdarah. Pembesaran dan kurang respon terhadap cahaya (fixation) oleh kedua pupil mengindikasi koma yang berat dan kemungkinan kematian otak.

DIAGNOSA

Diagnosa didasarkan pada hasil penelitian syaraf dan computed tomography (CT) atau magnetic resonance imaging (MRI). Jika pupil tersebut terkena atau jika gejala-gejala diduga merupakan gangguan serius yang mendasarinya, CT segera dilakukan. Jika aneurysm diduga pecah dan CT tidak mendeteksi darah, ketukan tulang belakang (lumbar puncture, magnetic resonance angiography, CT angiography, atau cerebral angiography dilakukan).

PENGOBATAN

Pengobatan tergantung pada penyebab. Pengobatan darurat diperlukan jika gangguan mengancam nyawa adalah penyebabnya.
 
 

Kelumpuhan syaraf cranial ke-4 (syaraf Trochlear)

PENYEBAB
Seringkali, penyebab tersebut tidak bisa dikenali. Penyebab paling umum dikenali karena luka kepala, seringkali disebabkan kecelakaan motor. Kadangkala, diabetes menyebabkan kelumpuhan ini. Jarang, penyebabnya adalah tumor, aneurysm, atau multiple sclerosis.

GEJALA

Salah satu atau kedua mata kemungkinan terkena. Mata yang terkena tidak dapat memutar ke dalam dan ke bawah. Akibatnya, orang melihat gambar ganda, satu ke bawah dan sedikit ke bagian lainnya. Dengan demikian, menuruni tangga, yang memerlukan melihat ke dalam dan ke bawah, adalah sulit. Meskipun begitu, kemiringan kepala ke arah otot yang terkena sebaliknyua bisa mengganti kerugian dan menghilangkan penglihatan yang ganda. Posisi ini bisa menghilangkan penglihatan yang ganda karena orang menggunakan otot mata yang terkena kelumpuhan untuk memfokuskan kedua mata pada sebuah objek.

Tahukah Anda.........
Kelumpuhan pada syaraf cranial ke-4 menyebabkan penglihatan ganda, tetapi memiringkan kepala ke salah satu sisi menghilangkannya

DIAGNOSA

Biasanya, diagnosa diduga jika seseorang telah memiliki kelainan karateristik gerakan mata. CT atau MRI kemungkinan dilakukan.

PENGOBATAN

Gangguan yang menyebabkan kelumpuhan, jika dikenali, diobati. Olahraga mata bisa membantu. Kadangkala operasi diperlukan untuk menghilangkan penglihatan yang ganda.
 
 

Kelumpuhan syaraf cranial ke-6 (syaraf abducens)


Banyak gangguan bisa menyebabkan kelumpuhan ini seperti:

* Luka kepala
* Tumor
* Multiple sclerosis
* Aneurysms
* Infeksi otak, seperti meningitis, bisul otak atau infeksi parasit
* Komplikasi pada telinga atau infeksi mata
* Penyumbatan pada arteri yang mensuplai syaraf, bisa disebabkan dari diabetes, stroke, serangan ischemic transient, atau vasculitis.
* Wernickle’s encephalopathy (umumnya disebabkan oleh alkohol kronik)
* Benign intracranial hypertension (pseudotumor cerebri)
* Infeksi pernafasan (pada anak)

Beberapa gangguan ini memberi tekanan pada syaraf yang menyebabkan pembengkakan di sekitarnya atau peningkatan tekanan di dalam tengkorak. Yang lainnya berhubungan dengan aliran darah menuju syaraf.

Jika kelumpuhan ini terjadi sendirian (tanpa kelumpuhan syaraf cranial lain), penyebabnya seringkali tidak pernah dikenali.

GEJALA

Mata yang terkena tidak dapat membalik secara utuh ke arah luar dan bisa belok ke dalam ketika orang melihat lurus ke depan. Penglihatan yang ganda terjadi ketika orang melihat ke depan sisi mata yang terkena. Gejala-gejala lain tergantung pada penyebab. Mereka termasuk sakit kepala berat, penumpukan cairan (edema) pada conjunctiva, mati rasa pada wajah dan mulut, kehilangan penglihatan, dan ketidakmampuan untuk menggerakkan mata pada perintah yang lain.

DIAGNOSA

Biasanya, dokter bisa dengan mudah mengenali kelumpuhan syaraf ke-6, tetapi penyebabnya kurang nyata. Ophthalmoscope digunakan untuk melihat ke dalam mata dan memeriksa adanya tumor, peningkatan tekanan, dan kelainan di dalam pembuluh darah. CT atau, dianjurkan, MRI dilakukan untuk meniadakan kemungkinan tumor dan kelainan lain. Jika hasilnya tidak jelas, suntikan spinal (lumbar puncture) dilakukan untuk memastikan apakah tekanan di dalam tengkorak meningkat dan apakah tumor atau pembengkakan disebabkan sebuah infeksi atau terkena pada syaraf. Jika gejala-gejala diduga vasculitis, darah dikeluarkan untuk memeriksa tanda peradangan, seperti kelainan antibodi tertentu (antinuclear antibody dan faktor rheumatoid) di dalam darah dan kelainan kadar pengendapan eritrosit (ESR-seberapa cepatnya sel darah merah turun ke bagian bawah pipa tes yang mengandung darah). Setelah seluruh tes dilakukan, penyebab bisa tetap tidak diketahui.

PENGOBATAN

Pengobatan tergantung pada penyebab. Ketika penyebab diobati, kelumpuhan biasanya terpecahkan. Kelumpuhan dengan penyebab yang tidak dapat diidentifikasikan biasanya terpecahkan tanpa pengobatan dalam 2 bulan, sebagaimana yang terjadi pada mereka yang disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah.
 
 
 

2 komentar: