Top List of The Most Wanted 100!








GOOD JOBs

GOOD JOBs


Minggu, 26 Mei 2013

GANGGUAN MENTAL



Misteri Keguguran Berulang
Fibromyalgia, Penderita di Indonesia Tertinggi, Ba...
Delirium : Penurunan Kesadaran
Demensia : Penurunan Kemampuan mental
Alzheimer (Kepikunan)
Kelainan Penciuman & Pengecapan


Misteri Keguguran Berulang

Maya (32), salah seorang karyawati di Jakarta Pusat, berbahagia ketika mengetahui dirinya tengah mengandung. Setelah menikah lima tahun kehadiran seorang bayi sudah dinanti-nantikan. Namun, baru tiga bulan usia kandungan, kebahagiaannya pudar. Pada suatu hari muncul flek.

"Tidak terasa sakit apa pun. Kata orang, sih, kecapekan saja. Tetapi, saya pergi juga ke dokter kandungan. Saya hanya diminta beristirahat dan diberi obat penguat kandungan,” ujarnya.

Kondisi Maya tak kunjung membaik. Seminggu kemudian perempuan itu malah mengalami pendarahan. Akhirnya, dokter mengatakan, janin sudah tidak ada dan rahimnya dikuret.


Lebih dari enam bulan setelah pengalaman itu, Maya kembali hamil. Kali ini tidak sampai tiga bulan kandungannya mengalami nasib sama. Maya dan suaminya kemudian memutuskan berkonsultasi ke klinik fertilitas. ”Saya ditanyai dengan detail riwayat kedua kandungan dan menjalani berbagai pemeriksaan, mulai dari tes darah umum hingga imunitas,” ujarnya.


Dari rangkaian pemeriksaan diketahui, darah Maya cenderung mudah mengental sehingga mengganggu kehamilannya.

Maya kemudian kembali mengandung dan kali ini dikawal dengan ketat dengan berbagai tes darah dan terapi. Setiap hari sang suami menyuntikkan obat ke perutnya.




Read more....


Fibromyalgia, Penderita di Indonesia Tertinggi, Bagaimana Mengatasinya?

Sejumlah ahli saraf di Asia Tenggara selama lima tahun terakhir ini menaruh perhatian serius terhadap gejala fibromyalgia atau gejala nyeri kronis yang menyebar di seluruh bagian tubuh. Hal itu karena dampak munculnya rasa nyeri kronis ini dapat mengganggu kualitas hidup manusia hingga produktivitasnya menurun.

Dalam konferensi South East Asia Fibromyalgia Awarness Concerns and Trends Survey (SE Asia Facts) pertama kali di Asia Tenggara yang diselenggarakan di Thailand, Selasa (27/10), terungkap pula bahwa fibromyalgia merupakan suatu gejala penyakit tersendiri yang berbeda dengan gejala nyeri lainnya yang muncul pada penderita rematik maupun psikosomatik.


Rasa nyeri yang timbul pada penderita fibromyalgia umumnya di luar rasa nyeri pada umumnya. Bahkan, seorang penderita bisa mengeluh kesakitan meski hanya disentuh tubuhnya. Rasa nyeri itu menjalar di beberapa bagian tubuh, seperti pundak, dada, dan kaki, dan terjadi terus-menerus.


Rasa nyeri itu juga diikuti rasa lelah sehingga si penderita merasa tak bergairah. Umumnya, mereka juga sulit tidur pada malam hari dan mengalami kelelahan pada pagi hari. Gejala itu menyebabkan sebagian besar penderita fibromyalgia menurun kualitas hidupnya.

Tak banyak dipahami

Dalam konferensi yang disponsori produsen obat Pfizer itu, President Thailand Association for the Study of Pain Profesor Pradit Prateepavanich menunjukkan hasil surveinya bahwa gejala fibromyalgia ini juga baru dipahami oleh sebagian kecil kalangan kedokteran, baik dokter umum maupun ahli saraf. Itulah yang menyebabkan gejala rasa nyeri yang dideklarasikan oleh kalangan kedokteran di Amerika sekitar tahun 1980-an itu jarang terdiagnosa dengan baik.


 
Read more .....



Delirium : Penurunan Kesadaran

Delirium adalah keadaan yang yang bersifat sementara dan biasanya terjadi secara mendadak, dimana penderita mengalami penurunan kemampuan dalam memusatkan perhatiannya dan menjadi linglung, mengalami disorientasi dan tidak mampu berfikir secara jernih.


PENYEBAB


Delirium merupakan suatu keadaan mental yang abnormal, bukan suatu penyakit; dengan sejumlah gejala yang menunjukkan penurunan fungsi mental.

Berbagai keadaan atau penyakit (mulai dari dehidrasi ringan sampai keracunan obat atau infeksi yang bisa berakibat fatal), bisa menyebabkan delirium.

Keadaan ini paling sering terjadi pada usia lanjut dan penderita yang otaknya telah mengalami gangguan, termasuk orang yang sakit berat, orang yang mengkonsumsi obat yang menyebabkan perubahan fikiran atau perilaku dan orang yang mengalami demensia.

Penyebab delirium:
# Alkohol, obat-obatan dan bahan beracun
# Efek toksik dari pengobatan
# Kadar elektrolit, garam dan mineral (misalnya kalsium, natrium atau magnesium) yang tidak normal akibat pengobatan, dehidrasi atau penyakit tertentu
# Infeksi akut disertai demam
# Hidrosefalus bertekanan normal, yaitu suatu keadaan dimana cairan yang membantali otak tidak diserap sebagaimana mestinya dan menekan otak
# Hematoma subdural, yaitu pengumpulan darah di bawah tengkorak yang dapat menekan otak.
# Meningitis, ensefalitis, sifilis (penyakit infeksi yang menyerang otak)
# Kekurangan tiamin dan vitamin B12
# Hipotiroidisme maupun hipotiroidisme
# Tumor otak (beberapa diantaranya kadang menyebabkan linglung dan gangguan ingatan)
# Patah tulang panggul dan tulang-tulang panjang
# Fungsi jantung atau paru-paru yang buruk dan menyebabkan rendahnya kadar oksigen atau tingginya kadar karbon dioksida di dalam darah
# Stroke.

GEJALA

Read more.......


Demensia : Penurunan Kemampuan mental

Demensia adalah penurunan kemampuan mental yang biasanya berkembang secara perlahan, dimana terjadi gangguan ingatan, fikiran, penilaian dan kemampuan untuk memusatkan perhatian, dan bisa terjadi kemunduran kepribadian.

Pada usia muda, demensia bisa terjadi secara mendadak jika cedera hebat, penyakit atau zat-zat racun (misalnya karbon monoksida) menyebabkan hancurnya sel-sel otak.
Tetapi demensia biasanya timbul secara perlahan dan menyerang usia diatas 60 tahun.
Namun demensia bukan merupakan bagian dari proses penuaan yang normal. Sejalan dengan bertambahnya umur, maka perubahan di dalam otak bisa menyebabkan hilangnya beberapa ingatan (terutama ingatan jangka pendek) dan penurunan beberapa kemampuan belajar. Perubahan normal ini tidak mempengaruhi fungsi.

Lupa pada usia lanjut bukan merupakan pertanda dari demensia maupun penyakit Alzheimer stadium awal.
Demensia merupakan penurunan kemampuan mental yang lebih serius, yang makin lama makin parah.
Pada penuaan normal, seseorang bisa lupa akan hal-hal yang detil; tetapi penderita demensia bisa lupa akan keseluruhan peristiwa yang baru saja terjadi.



PENYEBAB


Yang paling sering menyebabkan demensia adalah penyakit Alzheimer.
Penyebab penyakit Alzheimer tidak diketahui, tetapi diduga melibatkan faktor genetik, karena penyakit ini tampaknya ditemukan dalam beberapa keluarga dan disebabkan atau dipengaruhi oleh beberapa kelainan gen tertentu.

Pada penyakit Alzheimer, beberapa bagian otak mengalami kemunduran, sehingga terjadi kerusakan sel dan berkurangnya respon terhadap bahan kimia yang menyalurkan sinyal di dalam otak.
Di dalam otak ditemukan jaringan abnormal (disebut plak senilis dan serabut saraf yang semrawut) dan protein abnormal, yang bisa terlihat pada otopsi.

Demensia sosok Lewy sangat menyerupai penyakit Alzheimer, tetapi memiliki perbedaan dalam perubahan mikroskopik yang terjadi di dalam otak.

Penyebab ke-2 tersering dari demensia adalah serangan stroke yang berturut-turut.
Stroke tunggal ukurannya kecil dan menyebabkan kelemahan yang ringan atau kelemahan yang timbul secara perlahan. Stroke kecil ini secara bertahap menyebabkan kerusakan jaringan otak, daerah otak yang mengalami kerusakan akibat tersumbatnya aliran darah disebut infark.
Demensia yang berasal dari beberapa stroke kecil disebut demensia multi-infark. Sebagian besar penderitanya memiliki tekanan darah tinggi atau kencing manis, yang keduanya menyebabkan kerusakan pembuluh darah di otak.

Demensia juga bisa terjadi setelah seseorang mengalami cedera otak atau cardiac arrest.

Penyebab lain dari demensia adalah:
- Penyakit Pick
- Penyakit Parkinson
- AIDS
- Penyakit Creutzfeldt-Jakob

Hidrosefalus bertekanan normal terjadi jika cairan yang secara normal mengelilingi otak dan melindunginya dari cedera, gagal diserap sebagaimana mestinya.
Hidrosefalus ini menyebabkan demensia yang tidak biasa, dimana tidak hanya menyebabkan hilangnya fungsi mental tetapi juga terjadi inkontinensia air kemih dan kelainan berjalan.

Read more............


Alzheimer (Kepikunan)

Penyakit Alzheimer merupakan salah satu bentuk demensia yang paling sering ditemukan di klinik. Demensia adalah gejala kerusakan otak yang mengganggu kemampuan seseorang untuk berpikir, daya ingat, dan fungsi berbahasa. Hal tersebut membuat pasien demensia kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Nama penyakit Alzheimer berasal dari nama Dr. Alois Alzheimer, dokter berkebangsaan Jerman yang pertama kali menemukan penyakit ini pada tahun 1906. Dr. Alzheimer memperhatikan adanya perubahan jaringan otak pada wanita yang meninggal akibat gangguan mental yang belum pernah ditemui sebelumnya. Pada jaringan otak tersebut ditemukan lapisan atau plaque dan serabut saraf yang tidak normal.


Penyakit Alzheimer paling sering ditemukan pada orang tua berusia sekitar 65 tahun ke atas. Di negara maju seperti Amerika Serikat saat ini ditemukan lebih dari 4 juta orang usia lanjut penderita penyakit Alzheimer. Angka ini diperkirakan akan meningkat sampai hampir 4 kali di tahun 2050. Hal tersebut berkaitan dengan lebih tingginya harapan hidup pada masyarakat di negara maju, sehingga populasi penduduk lanjut usia juga bertambah.


PENYEBAB

Otak merupakan organ yang sangat kompleks. Di otak terdapat area-area yang mengurus fungsi tertentu, misalnya bagian depan berkaitan dengan fungsi luhur seperti daya ingat, proses berpikir dsb, otak bagian belakang berkaitan dengan fungsi penglihatan dan sebagainya.

Read more ........

Kelainan Penciuman & Pengecapan

Kelainan Penciuman & Pengecapan jarang berakibat fatal sehingga tidak mendapatkan perhatian medis yang khusus. Tetapi kelainan ini bisa menyebabkan penderita menjadi putus asa karena mempengaruhi kemampuannya untuk menikmati makanan, minuman dan bau yang menyenangkan.

Kelainan ini juga mempengaruhi kemampuan penderita untuk mengenali bahan kimia dan gas yang berbahaya, yang dapat menimbulkan akibat yang serius.



Penciuman dan pengecapan sangat berhubungan erat. Serabut pengecap di lidah menentukan rasa; saraf-saraf di hidung menentukan penciuman.

Kedua sensasi tersebut dihubungkan ke otak, yang kemudian menggabungkan informasi yang didapat untuk mengenal dan mengapresiasikan rasa.
Beberapa rasa (seperti asin, pahit, manis dan asam) bisa dikenal tanpa penciuman, tetapi untuk mengenali rasa yang lebih kompleks (misalnya frambos) diperlukan gabungan dari indera penciuman dan pengecapan.

GEJALA

Anosmia

Anosmia adalah hilangnya atau berkurangnya kemampuan untuk membaui, merupakan kelainan yang paling sering ditemui.

Penciuman bisa dipengaruhi oleh beberapa perubahan di dalam hidung, di dalam saraf yang berasal dari hidung menuju ke otak atau di dalam otak.

Misalnya jika rongga hidung tersumbat karena pilek, maka penciuman bisa berkurang karena bau tidak sampai ke penerima bau. Kemampuan membaui akan mempengaruhi rasa sehingga pada penderita pilek, rasa dari makanan terasa kurang enak.

Sel-sel penciuman kadang mengalami kerusakan sementara oleh virus flu, beberapa penderita tidak dapat membaui atau merasa dengan baik selama beberapa hari atau bahkan berminggu-minggu setelah mengalami flu.

Kadang hilangnya penciuman atau pengecapan berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan bersifat menetap.

Read more .............

Gangguan mental - Misteri Keguguran Berulang

Misteri Keguguran Berulang

Maya (32), salah seorang karyawati di Jakarta Pusat, berbahagia ketika mengetahui dirinya tengah mengandung. Setelah menikah lima tahun kehadiran seorang bayi sudah dinanti-nantikan. Namun, baru tiga bulan usia kandungan, kebahagiaannya pudar. Pada suatu hari muncul flek.

"Tidak terasa sakit apa pun. Kata orang, sih, kecapekan saja. Tetapi, saya pergi juga ke dokter kandungan. Saya hanya diminta beristirahat dan diberi obat penguat kandungan,” ujarnya.

Kondisi Maya tak kunjung membaik. Seminggu kemudian perempuan itu malah mengalami pendarahan. Akhirnya, dokter mengatakan, janin sudah tidak ada dan rahimnya dikuret.


Lebih dari enam bulan setelah pengalaman itu, Maya kembali hamil. Kali ini tidak sampai tiga bulan kandungannya mengalami nasib sama. Maya dan suaminya kemudian memutuskan berkonsultasi ke klinik fertilitas. ”Saya ditanyai dengan detail riwayat kedua kandungan dan menjalani berbagai pemeriksaan, mulai dari tes darah umum hingga imunitas,” ujarnya.


Dari rangkaian pemeriksaan diketahui, darah Maya cenderung mudah mengental sehingga mengganggu kehamilannya.

Maya kemudian kembali mengandung dan kali ini dikawal dengan ketat dengan berbagai tes darah dan terapi. Setiap hari sang suami menyuntikkan obat ke perutnya.

Semakin dekat waktu persalinan hatinya harap-harap cemas. Betapa leganya hati Maya ketika sang bayi lahir dengan selamat. ”Itu benar-benar pengalaman yang sangat melelahkan secara fisik dan mental. Setiap kali menidurkan anak, saya suka bergumam, ’Aduh, susah sekali mendapatkan kamu, Nak’,” ujar Maya berbagi.

Keguguran juga dialami oleh Nia, teman sekantor Maya. Nia mengatakan tidak pernah tahu penyebab pasti keguguran yang dialaminya. ”Baru sekali saya mengalaminya. Dokter bilang, saya terlalu capek saja dan tidak ada penjelasan pastinya,” kata Nia, yang belum berniat mengandung lagi.

Investigasi keguguran

Gugurnya kandungan sering kali terkesan misterius, tidak terjelaskan. Bahkan, kerap dianggap hanya kebetulan. Padahal tidak selalu demikian. Menurut dr Kanadi Sumapraja, SpOG, MSc dari Departemen Obstetri dan Ginekologi FKUI RSCM, angka kejadian keguguran spontan di populasi berkisar 15-20 persen untuk seluruh kehamilan.

Keguguran berulang dapat menimbulkan tekanan mental dan trauma bagi pasangan yang mendambakan anak. Bagi perempuan, keguguran berulang memicu timbulnya rasa bersalah lantaran menganggap dirinya tidak mampu mempertahankan kehamilannya.

Kanadi mengatakan, seorang perempuan dapat disebut mengalami keguguran berulang jika mengalami keguguran sebanyak tiga kali atau lebih secara berturut-turut pada usia kehamilan kurang dari 24 minggu.

Namun, bagi Kanadi, investigasi penyebab keguguran sebetulnya dapat saja dilakukan setelah perempuan itu mengalami satu kali keguguran. Apalagi kalau pasangan itu mendambakan segera hadirnya keturunan.

”Kesannya baru setelah tiga kali mengalami baru boleh diinvestigasi. Padahal bisa sewaktu-waktu timbul masalah karena yang dipersalahkan kemudian perempuan,” ujarnya.

Jika dilihat dari usia kehamilan saat kejadian keguguran, keguguran dapat digolongkan menjadi keguguran preembrionik (terjadi di bawah usia kehamilan 6 minggu), keguguran embrionik (usia kehamilan 6-8 minggu), keguguran janin (usia kehamilan 8-12 minggu), keguguran janin lanjut (usia kehamilan 12-24 minggu).

Keguguran preembrionik dan embrionik banyak dihubungkan dengan kejadian kelainan kromosom, kelainan hormonal, gangguan endometrium, dan faktor imunologi. Adapun keguguran janin awal dan lanjut banyak dikaitkan dengan kelainan sindrom antifosfolipid dan trombofilia.

”Oleh karena itu, sangat penting mengetahui usia kehamilan saat keguguran terjadi, hasil USG sebelumnya, hingga struktur janin, misalnya, sudah kelihatan detak jantungnya atau belum,” ujarnya. Berbekal pengetahuan awal tersebut dapat diketahui kategori keguguran dan bisa membantu arah investigasi atau pemeriksaan dokter.

Pengentalan darah

Terdapat berbagai kemungkinan penyebab keguguran. Bahkan, terdapat keguguran yang tidak dapat dijelaskan. Untuk mengetahui secara pasti diperlukan pemeriksaan intensif.

Sejauh ini dr Karnadi mengatakan, hasil studi sejumlah peneliti memperlihatkan bahwa kelainan genetik, anatomi pada rahim, sindrom antifosfolipid, serta trombofilia memiliki hubungan yang kuat dengan keguguran.

Diperkirakan 7 persen-25 persen penderita keguguran berulang memiliki asosiasi dengan sindrom antifosfolipid. Antibodi antifosfolipid mempercepat pembekuan darah dan memicu bekuan darah.

Keguguran karena sindrom fosfolipid diakibatkan oleh adanya trombosis atau pembentukan bekuan darah yang akan menyumbat aliran darah plasenta. Akibatnya, bayi tidak mendapatkan nutrisi dari darah, kurang bertumbuh atau kecil, dan kemudian meninggal.

Pada kasus keguguran berulang yang demikian penggunaan heparin, senyawa untuk mencegah terjadinya bekuan darah, telah lama dikenal.

Efek terapeutik heparin pada kasus keguguran berulang yang diakibatkan sindrom antifosfolipid tidak hanya disebabkan efek antikoagulan atau pengenceran darah. Namun, juga karena adanya efek lain. Ternyata, heparin juga memiliki efek menghambat pengikatan antibodi fosfolipid, memicu terjadinya efek antiradang, dan memfasilitasi proses implantasi plasenta.

”Pengalaman traumatik keguguran tak perlu terulang,” ujar Kanadi. Jika diinvestigasi dan diketahui penyebabnya lalu diberikan terapi yang tepat, perempuan yang kerap mengalami keguguran dapat melahirkan bayi dengan selamat dan sehat. (sumber artikel : Kompas, Kamis, 12 November 2009 , sumber gambar : thepregnacyzone)

Gangguan mental - Fibromyalgia, Penderita di Indonesia Tertinggi, Bagaimana Mengatasinya?


Sejumlah ahli saraf di Asia Tenggara selama lima tahun terakhir ini menaruh perhatian serius terhadap gejala fibromyalgia atau gejala nyeri kronis yang menyebar di seluruh bagian tubuh. Hal itu karena dampak munculnya rasa nyeri kronis ini dapat mengganggu kualitas hidup manusia hingga produktivitasnya menurun.

Dalam konferensi South East Asia Fibromyalgia Awarness Concerns and Trends Survey (SE Asia Facts) pertama kali di Asia Tenggara yang diselenggarakan di Thailand, Selasa (27/10), terungkap pula bahwa fibromyalgia merupakan suatu gejala penyakit tersendiri yang berbeda dengan gejala nyeri lainnya yang muncul pada penderita rematik maupun psikosomatik.


Rasa nyeri yang timbul pada penderita fibromyalgia umumnya di luar rasa nyeri pada umumnya. Bahkan, seorang penderita bisa mengeluh kesakitan meski hanya disentuh tubuhnya. Rasa nyeri itu menjalar di beberapa bagian tubuh, seperti pundak, dada, dan kaki, dan terjadi terus-menerus.


Rasa nyeri itu juga diikuti rasa lelah sehingga si penderita merasa tak bergairah. Umumnya, mereka juga sulit tidur pada malam hari dan mengalami kelelahan pada pagi hari. Gejala itu menyebabkan sebagian besar penderita fibromyalgia menurun kualitas hidupnya.

Tak banyak dipahami

Dalam konferensi yang disponsori produsen obat Pfizer itu, President Thailand Association for the Study of Pain Profesor Pradit Prateepavanich menunjukkan hasil surveinya bahwa gejala fibromyalgia ini juga baru dipahami oleh sebagian kecil kalangan kedokteran, baik dokter umum maupun ahli saraf. Itulah yang menyebabkan gejala rasa nyeri yang dideklarasikan oleh kalangan kedokteran di Amerika sekitar tahun 1980-an itu jarang terdiagnosa dengan baik.

Seorang pasien fibromyalgia, katanya, biasanya baru dapat memperoleh diagnosa yang tepat setelah berpindah-pindah memeriksakan kesehatannya ke beberapa dokter hingga menemukan dokter yang paham betul gejala rasa sakit tersebut.

”Seorang penderita bisa mengalami gejala rasa nyeri ini sampai bertahun-tahun hingga dia menemukan dokter yang dapat memberikan terapi yang tepat,” katanya.

Seorang pasien fibromyalgia asal Thailand, Angela Chiarapurk (33), mengaku, dia menderita rasa nyeri kronis meluas sejak usia 24 tahun. Setelah berobat ke sembilan dokter dan sejumlah terapis selama delapan tahun, dia didiagnosa fibromyalgia setelah menemui Pradit.

Selama itu, dia mengaku setiap hari menderita rasa nyeri pada kepala, leher, hingga kaki secara terus-menerus. Untuk mengurangi rasa sakitnya itu, dia harus menambal kursi kerjanya dengan bantal.

Diderita perempuan

Hasil survei SE Asia Facts yang dijalankan Pradit dengan melibatkan 506 penderita fibromyalgia di lima negara Asia Tenggara menunjukkan, gejala rasa nyeri itu sebagian besar dialami perempuan dengan perbandingan sembilan perempuan berbanding satu orang laki-laki.

Responden dari Indonesia dalam survei itu merupakan yang terbanyak mengaku mengalami rasa nyeri kronis meluas sebagai karakteristik menonjol pada fibromyalgia.

Kendati demikian, Pradit mengaku belum dapat mengetahui apa penyebab hingga fibromyalgia banyak diderita perempuan. Begitu pula dengan kecenderungan banyaknya penderita fibromyalgia di Indonesia.

Bahkan, untuk mendiagnosa fibromyalgia, menurut Pradit, dibutuhkan empati maupun kesabaran seorang dokter untuk mengurai sejarah kesehatan si pasien. Hanya dengan cara itu fibromyalgia dapat didiagnosa. ”Diagnosa yang mendalam ini sangat dibutuhkan karena faktor penyebab fibromyalgia sangat kompleks, baik dipengaruhi oleh biologis, mental, dan sosial kultural pasien,” kata Pradit.

Untuk mengurangi rasa nyeri kronis itu, menurut Kepala Makati Pain Control Clinic, Philippines Henry Lu, seorang penderita fibromyalgia dapat menjalankan olahraga maupun yoga secara teratur. Dengan berolahraga, otot yang bergerak dapat menstimulus otak untuk membangun keseimbangan tubuh.

Namun, itu pun, lanjutnya, baru sebatas bukti klinis. Pihaknya mengaku masih belum dapat mengetahui faktor apa yang menyebabkan olahraga dapat mengurangi rasa nyeri pada penderita fibromyalgia. Fibromyalgia memang masih mengandung misteri....sumber : (MADINA NUSRAT), Kompas, Selasa, 3 November 2009 |

Gangguan mental - Delirium : Penurunan Kesadaran


Delirium adalah keadaan yang yang bersifat sementara dan biasanya terjadi secara mendadak, dimana penderita mengalami penurunan kemampuan dalam memusatkan perhatiannya dan menjadi linglung, mengalami disorientasi dan tidak mampu berfikir secara jernih.


PENYEBAB


Delirium merupakan suatu keadaan mental yang abnormal, bukan suatu penyakit; dengan sejumlah gejala yang menunjukkan penurunan fungsi mental.

Berbagai keadaan atau penyakit (mulai dari dehidrasi ringan sampai keracunan obat atau infeksi yang bisa berakibat fatal), bisa menyebabkan delirium.

Keadaan ini paling sering terjadi pada usia lanjut dan penderita yang otaknya telah mengalami gangguan, termasuk orang yang sakit berat, orang yang mengkonsumsi obat yang menyebabkan perubahan fikiran atau perilaku dan orang yang mengalami demensia.

Penyebab delirium:
# Alkohol, obat-obatan dan bahan beracun
# Efek toksik dari pengobatan
# Kadar elektrolit, garam dan mineral (misalnya kalsium, natrium atau magnesium) yang tidak normal akibat pengobatan, dehidrasi atau penyakit tertentu
# Infeksi akut disertai demam
# Hidrosefalus bertekanan normal, yaitu suatu keadaan dimana cairan yang membantali otak tidak diserap sebagaimana mestinya dan menekan otak
# Hematoma subdural, yaitu pengumpulan darah di bawah tengkorak yang dapat menekan otak.
# Meningitis, ensefalitis, sifilis (penyakit infeksi yang menyerang otak)
# Kekurangan tiamin dan vitamin B12
# Hipotiroidisme maupun hipotiroidisme
# Tumor otak (beberapa diantaranya kadang menyebabkan linglung dan gangguan ingatan)
# Patah tulang panggul dan tulang-tulang panjang
# Fungsi jantung atau paru-paru yang buruk dan menyebabkan rendahnya kadar oksigen atau tingginya kadar karbon dioksida di dalam darah
# Stroke.

GEJALA

Delirium dapat diawali dengan berbagai gejala, dan kasus yang ringan mungkin sulit untuk dikenali.
Tingkah laku seseorang yang mengalami delirium bervariasi, tetapi kira-kira sama seperti orang yang sedang mengalami mabuk berat.

Ciri utama dari delirium adalah tidak mampu memusatkan perhatian.
Penderita tidak dapat berkonsentrasi, sehingga mereka memiliki kesulitan dalam mengolah informasi yang baru dan tidak dapat mengingat peristiwa yang baru saja terjadi.

Hampir semua penderita mengalami disorientasi waktu dan bingung dengan tempat dimana mereka berada.
Fikiran mereka kacau, mengigau dan terjadi inkoherensia.

Pada kasus yang berat, penderita tidak mengetahui diri mereka sendiri.
Beberapa penderita mengalami paranoia dan delusi (percaya bahwa sedang terjadi hal-hal yang aneh).

Respon penderita terhadap kesulitan yang dihadapinya berbeda-beda; ada yang sangat tenang dan menarik diri, sedangkan yang lainnya menjadi hiperaktif dan mencoba melawan halusinasi maupun delusi yang dialaminya.

Jika penyebabnya adalah obat-obatan, maka sering terjadi perubahan perilaku.
Keracunan obat tidur menyebabkan penderita sangat pendiam dan menarik diri, sedangkan keracunan amfetamin menyebabkan penderita menjadi agresif dan hiperaktif.

Delirium bisa berlangsung selama berjam-jam, berhari-hari atau bahkan lebih lama lagi, tergantung kepada beratnya gejala dan lingkungan medis penderita.
Delirium sering bertambah parah pada malam hari (suatu fenomena yang dikenal sebagai matahari terbenam).
Pada akhirnya, penderita akan tidur gelisah dan bisa berkembang menjadi koma (tergantung kepada penyebabnya).

Membedakan Delirium Dengan Psikosa
Gejala Umum Delirium
(penyakit fisik)
GEjala Umum Psikosa
(kelainan mental)
Bingung tentang waktu, tanggal, tempat atau identitas
Biasanya sadar akan waktu, tempat & identitas
Sulit memusatkan perhatian
Mampu memusatkan perhatian
Lupa akan peristiwa yg baru saja terjadi
Berfikir tidak logis tetapi ingat akan peristisa yg baru saja terjadi
Tidak mampu berfikir secara logis atau melakukan perhitungan sederhana
Mampu melakukan perhitungan sederhana
Demam atau pertanda infeksi lainnya
Riwayat kelainan psikis sebelumnya
Halusinasi (lihat)
Halusinasi (dengar)
Terdapat bukti pemakaian obat
-
Tremor
-


DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya dan sesegera mungkin ditentukan penyebabnya.

Dilakukan pemeriksaan fisik lengkap dan dititikberatkan pada respon neurologis penderita.

Pemeriksan lainnya yang biasa dilakukan adalah pemeriksaan darah, rontgen dan pungsi lumbal.

PENGOBATAN

Pengobatan tergantung kepada penyebabnya;
- infeksi diatasi dengan antibiotik
- demam diatasi dengan obat penurun panas
- kelainan kadar garam dan mineral dalam darah diatasi dengan pengaturan kadar cairan dan garam dalam darah.

Untuk meringankan agitasi diberikan obat-obat benzodiazepin (misalnya diazepam, triazolam dan temazepam).

Obat anti-psikosa (misalnya haloperidol, tioridazin dan klorpromazin) biasanya diberikan hanya kepada penderita yang mengalami paranoid atau sangat ketakutan atau penderita yang tidak dapat ditenangkan dengan benzodiazepin.

Jika penyebabnya adalah alkohol, diberikan benzodiazepin sampai masa agitasi penderita hilang.(medicastore)

Gangguan Mental - Demensia : Penurunan Kemampuan mental

Demensia adalah penurunan kemampuan mental yang biasanya berkembang secara perlahan, dimana terjadi gangguan ingatan, fikiran, penilaian dan kemampuan untuk memusatkan perhatian, dan bisa terjadi kemunduran kepribadian.

Pada usia muda, demensia bisa terjadi secara mendadak jika cedera hebat, penyakit atau zat-zat racun (misalnya karbon monoksida) menyebabkan hancurnya sel-sel otak.
Tetapi demensia biasanya timbul secara perlahan dan menyerang usia diatas 60 tahun.
Namun demensia bukan merupakan bagian dari proses penuaan yang normal. Sejalan dengan bertambahnya umur, maka perubahan di dalam otak bisa menyebabkan hilangnya beberapa ingatan (terutama ingatan jangka pendek) dan penurunan beberapa kemampuan belajar. Perubahan normal ini tidak mempengaruhi fungsi.

Lupa pada usia lanjut bukan merupakan pertanda dari demensia maupun penyakit Alzheimer stadium awal.
Demensia merupakan penurunan kemampuan mental yang lebih serius, yang makin lama makin parah.
Pada penuaan normal, seseorang bisa lupa akan hal-hal yang detil; tetapi penderita demensia bisa lupa akan keseluruhan peristiwa yang baru saja terjadi.



PENYEBAB


Yang paling sering menyebabkan demensia adalah penyakit Alzheimer.
Penyebab penyakit Alzheimer tidak diketahui, tetapi diduga melibatkan faktor genetik, karena penyakit ini tampaknya ditemukan dalam beberapa keluarga dan disebabkan atau dipengaruhi oleh beberapa kelainan gen tertentu.

Pada penyakit Alzheimer, beberapa bagian otak mengalami kemunduran, sehingga terjadi kerusakan sel dan berkurangnya respon terhadap bahan kimia yang menyalurkan sinyal di dalam otak.
Di dalam otak ditemukan jaringan abnormal (disebut plak senilis dan serabut saraf yang semrawut) dan protein abnormal, yang bisa terlihat pada otopsi.

Demensia sosok Lewy sangat menyerupai penyakit Alzheimer, tetapi memiliki perbedaan dalam perubahan mikroskopik yang terjadi di dalam otak.

Penyebab ke-2 tersering dari demensia adalah serangan stroke yang berturut-turut.
Stroke tunggal ukurannya kecil dan menyebabkan kelemahan yang ringan atau kelemahan yang timbul secara perlahan. Stroke kecil ini secara bertahap menyebabkan kerusakan jaringan otak, daerah otak yang mengalami kerusakan akibat tersumbatnya aliran darah disebut infark.
Demensia yang berasal dari beberapa stroke kecil disebut demensia multi-infark. Sebagian besar penderitanya memiliki tekanan darah tinggi atau kencing manis, yang keduanya menyebabkan kerusakan pembuluh darah di otak.

Demensia juga bisa terjadi setelah seseorang mengalami cedera otak atau cardiac arrest.

Penyebab lain dari demensia adalah:
- Penyakit Pick
- Penyakit Parkinson
- AIDS
- Penyakit Creutzfeldt-Jakob

Hidrosefalus bertekanan normal terjadi jika cairan yang secara normal mengelilingi otak dan melindunginya dari cedera, gagal diserap sebagaimana mestinya.
Hidrosefalus ini menyebabkan demensia yang tidak biasa, dimana tidak hanya menyebabkan hilangnya fungsi mental tetapi juga terjadi inkontinensia air kemih dan kelainan berjalan.

Orang yang menderita cedera kepala berulang (misalnya petinju) seringkali mengalami demensia pugilistika (ensefalopati traumatik progresif kronik); beberapa diantaranya juga menderita hidrosefalus.

Usia lanjut yang menderita depresi juga mengalami pseudodemensia.
Mereka jarang makan dan tidur serta sering mengeluh tentang ingatannya yang berkurang; sedangkan pada demensia sejati, penderita sering memungkiri hilangnya ingatan mereka.

GEJALA

Demensia biasanya dimulai secara perlahan dan makin lama makin parah, sehingga keadaan ini pada mulanya tidak disadari.
Terjadi penurunan dalam ingatan, kemampuan untuk mengingat waktu dan kemampuan untuk mengenali orang, tempat dan benda.

Penderita memiliki kesulitan dalam menemukan dan menggunakan kata yang tepat dan dalam pemikiran abstrak (misalnya dalam pemakaian angka).

Sering terjadi perubahan kepribadian.

Demensia karena penyakit Alzheimer biasanya dimulai secara samar.
Gejala awal biasanya adalah lupa akan peristiwa yang baru saja terjadi; tetapi bisa juga bermula sebagai depresi, ketakutan, kecemasan, penurunan emosi atau perubahan kepribadian lainnya.
Terjadi perubahan ringan dalam pola berbicara; penderita menggunakan kata-kata yang lebih sederhana, menggunakan kata-kata yang tidak tepat atau tidak mampu menemukan kata-kata yang tepat.
Ketidakmampuan mengartikan tanda-tanda bisa menimbulkan kesulitan dalam mengemudikan kendaraan.
Pada akhirnya penderita tidak dapat menjalankan fungsi sosialnya.

Demensia karena stroke kecil memiliki perjalanan penyakit dengan pola seperti menuruni tangga.
Gejalanya memburuk secara tiba-tiba, kemudian agak membaik dan selanjutnya akan memburuk kembali ketika stroke yang berikutnya terjadi.
Mengendalikan tekanan darah tinggi dan kencing manis kadang dapat mencegah stroke berikutnya dan kadang terjadi penyembuhan ringan.

Beberapa penderita bisa menyembunyikan kekurangan mereka dengan baik.
Mereka menghindari aktivitas yang rumit (misalnya membaca atau bekerja).
Penderita yang tidak berhasil merubah hidupnya bisa mengalami frustasi karena ketidakmampuannya melakukan tugas sehari-hari.
Penderita lupa untuk melakukan tugasnya yang penting atau salah dalam melakukan tugasnya.


Membedakan Delirium Dengan Demensia
Delirium
Demensia
Terjadi secara tiba-tiba
Terjadi secara perlahan
Berlangsung selama beberapa minggu
Bisa menetap
Berhubungan dengan pemakaian obat atau gejala putus obat, penyakit berat, kelainan metabolisme
Bisa tanpa penyakit
Hampir selalu memburuk di malam hari
Sering bertambah buruk di malam hari
Tidak mampu memusatkan perhatian
Perhatiannya 'mengembara'
Kesiagaan berfluktuasi dari letargi menjadi agitasi
Kesiagaan seringkali berkurang
Orientasi terhadap lingkungan bervariasi
Orientasi terhadap lingkungan terganggu
Bahasanya lambat, seringkali tidak dapat dimengerti & tidak tepat
Kadang mengalami kesulitan dalam menemukan kata-kata yg tepat
Ingatannya bercampur baur, linglung
Ingatannya hilang, terutama untuk peristiwa yang baru saja terjadi

DIAGNOSA

Diagnosis demensia ditegakkan berdasarkan penilaian menyeluruh, dengan memperhatikan usia penderita, riwayat keluarga, awal dan perkembangan gejala serta adanya penyakit lain (misalnya tekanan darah tinggi atau kencing manis).

Dilakukan pemeriksaan kimia darah standar.
Pemeriksaan CT scan dan MRI dimaksudkan untuk menentukan adanya tumor, hidrosefalus atau stroke.

Jika pada seorang lanjut usia terjadi kemunduran ingatan yang terjadi secara bertahap, maka diduga penyebabnya adalah penyakit Alzheimer.
Diagnosis penyakit Alzheimer terbukti hanya jika dilakukan otopsi terhadap otak, yang menunjukkan banyaknya sel saraf yang hilang. Sel yang tersisa tampak semrawut dan di seluruh jaringan otak tersebar plak yang terdiri dari amiloid (sejenis protein abnormal).
Metode diagnostik yang digunakan untuk mendiagnosis penyakit ini adalah pemeriksaan pungsi lumbal dan PET (positron emission tomography), yang merupakan pemerisaan skening otak khusus.

PENGOBATAN

Sebagian besar kasus demensia tidak dapat disembuhkan.
Obat takrin membantu penderita dengan penyakit Alzheimer, tetapi menyebabkan efek samping yang serius.

Takrin telah digantikan oleh donepezil, yang menyebabkan lebih sedikit efek samping dan memperlambat perkembangan penyakit Alzheimer selama 1 tahun atau lebih.
Ibuprofen juga bisa memperlambat perjalanan penyakit ini.
Obat ini paling baik jika diberikan pada stadium dini.

Demensia karena stroke yang berturut-turut tidak dapat diobati, tetapi perkembangannya bisa diperlambat atau bahkan dihentikan dengan mengobati tekanan darah tinggi atau kencing manis yang berhubungan dengan stroke.

Jika hilangnya ingatan disebabakan oleh depresi, diberikan obat anti-depresi.

Jika didiagnosis secara dini, maka demensia karena hidrosefalus bertekanan normal kadang dapat diatasi dengan membuang cairan yang berlebihan di dalam otak melalui selang drainase (shunting).

Untuk mengendalikan agitasi dan perilaku yang meledak-ledak, yang bisa menyertai demensia stadium lanjut, sering digunakanobat anti-psikosa (misalnya tioridazin dan haloperidol). Tetapi obat ini kurang efektif dan menimbulkan efek samping yang serius.
Obat anti-psikotik efektif diberikan kepada penderita yang mengalami halusinasi atau paranoia.

Membantu penderita demensia dan keluarganya:

1. Mempertahankan lingkungan yang familiar akan membantu penderita tetap memiliki orientasi. Kalender yang besar, cahaya yang terang, jam dinding dengan angka-angka yang besar atau radio juga bisa membantu penderita tetap memiliki orientasi.
2. Menyembunyikan kunci mobil dan memasang detektor pada pintu bisa membantu mencegah terjadinya kecelekaan pada penderita yang senang berjalan-jalan.
3. Menjalani kegiatan mandi, makan, tidur dan aktivitas lainnya secara rutin, bisa memberikan rasa keteraturan kepada penderita.
4. Memarahi atau menghukum penderita tidak akan membantu, bahkan akan memperburuk keadaan.
5. Meminta bantuan organisasi yang memberikan pelayanan sosial dan perawatan, akan sangat membantu.

PROGNOSIS

Perkembangan demensia pada setiap orang berbeda.
Demensia karena AIDS biasanya dimulai secara samar tetapi berkembang terus selama beberapa bulan atau tahun.
Sedangkan demensia karena penyakit Ceutzfeldt-Jakob biasanya menyebabkan demensia hebat dan seringkali terjadi kematian dalam waktu 1 tahun.

Pada sebagian besar demensia stadium lanjut, terjadi penurunan fungsi otak yang hampir menyeluruh.
Penderita menjadi lebih menarik dirinya dan tidak mampu mengendalikan perilakunya. Suasana hatinya sering berubah-ubah dan senang berjalan-jalan (berkelana).
Pada akhirnya penderita tidak mampu mengikuti suatu percakapan dan bisa kehilangan kemampuan berbicara.(medicastore)

Gangguan Mental - Alzheimer (Kepikunan)


Penyakit Alzheimer merupakan salah satu bentuk demensia yang paling sering ditemukan di klinik. Demensia adalah gejala kerusakan otak yang mengganggu kemampuan seseorang untuk berpikir, daya ingat, dan fungsi berbahasa. Hal tersebut membuat pasien demensia kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Nama penyakit Alzheimer berasal dari nama Dr. Alois Alzheimer, dokter berkebangsaan Jerman yang pertama kali menemukan penyakit ini pada tahun 1906. Dr. Alzheimer memperhatikan adanya perubahan jaringan otak pada wanita yang meninggal akibat gangguan mental yang belum pernah ditemui sebelumnya. Pada jaringan otak tersebut ditemukan lapisan atau plaque dan serabut saraf yang tidak normal.


Penyakit Alzheimer paling sering ditemukan pada orang tua berusia sekitar 65 tahun ke atas. Di negara maju seperti Amerika Serikat saat ini ditemukan lebih dari 4 juta orang usia lanjut penderita penyakit Alzheimer. Angka ini diperkirakan akan meningkat sampai hampir 4 kali di tahun 2050. Hal tersebut berkaitan dengan lebih tingginya harapan hidup pada masyarakat di negara maju, sehingga populasi penduduk lanjut usia juga bertambah.


PENYEBAB

Otak merupakan organ yang sangat kompleks. Di otak terdapat area-area yang mengurus fungsi tertentu, misalnya bagian depan berkaitan dengan fungsi luhur seperti daya ingat, proses berpikir dsb, otak bagian belakang berkaitan dengan fungsi penglihatan dan sebagainya.

Dari hasil riset yang dilakukan, diketahui bahwa pada Penyakit Alzheimer terjadi kehilangan sel saraf di otak di area yang berkaitan dengan fungsi daya ingat, kemampuan berpikir serta kemampuan mental lainnya. Keadaan ini diperburuk dengan penurunan zat neurotransmiter, yang berfungsi untuk menyampaikan sinyal antara satu sel otak ke sel otak yang lain. Kondisi abnormal tersebut menjadi penyebab mengapa pada penyakit Alzheimer fungsi otak untuk berpikir dan mengingat mengalami kemacetan.

GEJALA

Setiap orang pasti pernah lupa akan suatu hal. Keadaan tersebut normal, bila kita lupa yang hal-hal yang jarang kita lihat. Namun, apabila kita lupa akan nama benda atau orang yang berada di sekitar kita, hal tersebut bukan hal yang normal.

Berikut ini ada beberapa gejala penyakit Alzheimer yang perlu diwaspadai. Namun bila seseorang mengalami gejala tersebut bukan berarti ia pasti menderita Alzheimer. Untuk menentukan dengan pasti, perlu pemeriksaan oleh dokter secara khusus, misalnya dengan beberapa tes wawancara maupun tertulis.

Gejala Penyakit Alzheimer yang perlu diwaspadai adalah sebagai berikut:

1. Mengajukan pertanyaan yang sama pada satu saat berulang-ulang atau mengulangi cerita yang sama, dengan kata-kata yang sama terus-menerus.
2. Lupa cara untuk melakukan kegiatan rutin. Misalnya lupa cara memasak, cara menelepon dsb.
3. Gangguan berbahasa. Misalnya mengalami kesulitan untuk menemukan kata yang tepat. Bila gejala tersebut berlanjut maka kemampuan untuk berbicara dan menulis juga terganggu.
4. Disorientasi. Misalnya lupa saat itu hari apa, bulan apa, saat itu ada di mana atau tidak tahu arah. Hal tersebut menjadi sebab mengapa pasien lansia sering tersesat karena lupa jalan pulang atau bahkan pergi dari rumah karena merasa ia berada di tempat yang asing.
5. Gangguan berpikir secara abstrak. Misalnya kesulitan untuk menghitung uang.
6. Gangguan kepribadian. Misalnya menjadi mudah tersinggung, mudah marah dan mudah curiga. Dokter seringkali mendengar keluarga mengeluh bahwa pasien menuduh ada yang mengambil barang miliknya atau bahkan menuduh pasangannya sudah tidak setia lagi kepadanya.
7. Gangguan untuk membuat keputusan sehingga menjadi tergantung pada pasangannya.

PENGOBATAN

Sampai saat ini belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan penyakit Alzheimer. Obat-obatan yang ada bersifat memperlambat progresivitas penyakit. Karena penyakit Alzheimer bersifat kronis dan semakin lama pasien semakin tergantung pada orang lain, maka sangat diperlukan kesabaran dari keluarga atau orang yang merawatnya. Pengertian dan kesabaran dari orang-orang di sekitarnya membantu memperlambat perkembangan penyakit. Obat-obatan yang saat ini dipergunakan di dunia medis adalah donepezil, rivastagmine dan galantamine. Obat-obatan ini berusaha untuk memperbaiki kadar neurotransmiter otak dan memperbaiki fungsi berpikir dan kontrol perilaku.

Apa yang bisa dilakukan untuk merawat penderita Alzheimer?

Berikut ini ada beberapa tips yang bisa diikuti bila ada anggota keluarga yang menderita penyakit Alzheimer:

1. Buat catatan kecil, untuk membantunya mengingat. Catatan bisa berupa jadwal kegiatan, daftar nomor telepon penting, atau bisa juga cara menelepon.
2. Ciptakan suasana yang menenangkan. Hindarkan suara gaduh, kerumunan orang atau suasana terburu-buru.
3. Hindari memaksa pasien untuk mengingat sesuatu atau melakukan hal yang sulit karena akan menyebabkan pasien menjadi cemas dan malah akan memperburuk keadaannya.
4. Usahakan untuk berkomunikasi lebih sering. Komunikasi bukanlah hanya dengan berbicara namun juga dengan menyentuh tangan atau bahunya untuk membantu pasien memusatkan perhatiannya.
5. Buatlah ritual pada malam hari. Perilaku pasien penyakit Alzheimer biasanya memburuk pada malam hari. Oleh karena itu buatlah suasana menjelang tidur yang tenang dan nyaman. Kecilkan suara televisi dan hindarkan suara keras. Biarkan lampu tetap menyala untuk mencegah disorientasi. Sebaiknya pasien tidak tidur siang dan batasi konsumsi teh atau kopi.
6. Buatlah lingkungan yang aman. Sebaiknya kamar pasien berada di lantai dasar untuk menghindari jatuh. Jauhkan benda tajam atau zat-zat yang berbahaya.
7. Ajaklah pasien berjalan-jalan pada siang hari. Salah satu gejala yang sering didapati pada pasien penyakit Alzheimer adalah mereka sering ?keluyuran? (wandering). Salah satu alasan mereka keluyuran biasanya sepele, mereka lupa jalan ke kamar mandi. Para ahli berpendapat, dengan mengajak pasien berjalan-jalan pada siang hari membantu mengurangi kejadian ini. Untuk mencegah pasien tersesat, bekali pasien dengan peta jalan pulang, nomor telepon dan tanda pengenal.

PENCEGAHAN

Para ilmuwan berhasil mendeteksi beberapa faktor resiko penyebab Alzheimer, yaitu : usia lebih dari 65 tahun, faktor keturunan, lingkungan yang terkontaminasi dengan logam berat, rokok, pestisida, gelombang elektromagnetic, riwayat trauma kepala yang berat dan penggunaan terapi sulih hormon pada wanita.

Dengan mengetahui faktor resiko di atas dan hasil penelitian yang lain, dianjurkan beberapa cara untuk mencegah penyakit Alzheimer, di antaranya yaitu :

1. Bergaya hidup sehat, misalnya dengan rutin berolahraga, tidak merokok maupun mengkonsumsi alkohol.

2. Mengkonsumsi sayur dan buah segar. Hal ini penting karena sayur dan buah segar mengandung antioksidan yang berfungsi untuk mengikat radikal bebas. Radikal bebas ini yang merusak sel-sel tubuh.

3. Menjaga kebugaran mental (mental fitness). Istilah ini mungkin masih jarang terdengar. Cara menjaga kebugaran mental adalah dengan tetap aktif membaca dan memperkaya diri dengan berbagai pengetahuan. Bukankah kita tidak pernah terlalu tua untuk belajar ? (medicastore)

Gangguan Mental - Kelainan Penciuman & Pengecapan

Kelainan Penciuman & Pengecapan jarang berakibat fatal sehingga tidak mendapatkan perhatian medis yang khusus. Tetapi kelainan ini bisa menyebabkan penderita menjadi putus asa karena mempengaruhi kemampuannya untuk menikmati makanan, minuman dan bau yang menyenangkan.

Kelainan ini juga mempengaruhi kemampuan penderita untuk mengenali bahan kimia dan gas yang berbahaya, yang dapat menimbulkan akibat yang serius.



Penciuman dan pengecapan sangat berhubungan erat. Serabut pengecap di lidah menentukan rasa; saraf-saraf di hidung menentukan penciuman.

Kedua sensasi tersebut dihubungkan ke otak, yang kemudian menggabungkan informasi yang didapat untuk mengenal dan mengapresiasikan rasa.
Beberapa rasa (seperti asin, pahit, manis dan asam) bisa dikenal tanpa penciuman, tetapi untuk mengenali rasa yang lebih kompleks (misalnya frambos) diperlukan gabungan dari indera penciuman dan pengecapan.

GEJALA

Anosmia

Anosmia adalah hilangnya atau berkurangnya kemampuan untuk membaui, merupakan kelainan yang paling sering ditemui.

Penciuman bisa dipengaruhi oleh beberapa perubahan di dalam hidung, di dalam saraf yang berasal dari hidung menuju ke otak atau di dalam otak.

Misalnya jika rongga hidung tersumbat karena pilek, maka penciuman bisa berkurang karena bau tidak sampai ke penerima bau. Kemampuan membaui akan mempengaruhi rasa sehingga pada penderita pilek, rasa dari makanan terasa kurang enak.

Sel-sel penciuman kadang mengalami kerusakan sementara oleh virus flu, beberapa penderita tidak dapat membaui atau merasa dengan baik selama beberapa hari atau bahkan berminggu-minggu setelah mengalami flu.

Kadang hilangnya penciuman atau pengecapan berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan bersifat menetap.

Sel-sel penciuman bisa mengalami kerusakan atau kehancuran oleh infeksi sinus hidung yang serius atau karena terapi penyinaran untuk kanker.

Penyebab tersering dari hilangnya penciuman yang menetap adalah cedera kepala. Serabut-serabut dari saraf olfaktorius (saraf yang mengandung penerima bau) terletak pada dasar tengkorak yang memisahkan rongga intrakranial dengan rongga hidung.

Hipersomnia

Hipersomnia adalah penciuman yang berlebihan, lebih jarang terjadi.

Disosmia

Disosmia adalah berubahnya penciuman yang menyebabkan penderita merasa mencium bau yang tidak enak.

Disosmia bisa disebabkan oleh:
- Infeksi di dalam sinus
- Kerusakan parsial pada saraf olfaktorius
- Kebersihan mlut yang jelek, sehingga terjadi infeksi mulut yang berbau tidak enak dan tercium oleh hidung
- Depresi.
Beberapa penderita kejang yang penyebabnya berasal dari bagian otak yang merasakan bau (saraf olfaktorius) akan merncium bau yang tidak menyenangkan (halusinasi olfaktori). Hal ini merupakan bagian dari kejang, bukan merupakan disosmia.

Ageusia

Ageusia merupakan berkurangnya atau hilangnya pengecapan.

Penyebabnya adalah berbagai keadaan yang mempengaruhi lidah:
- Mulut yang sangat kering
- Perokok berat
- Terapi penyinaran pada kepala dan leher
- Efek samping dari obat (misalnya vinkristin-obat antikanker atau amitriptilin-obat antidepresi).

Disgeusia

Disgeusia adalah berubahnya pengecapan.

Penyebabnya bisa berupa:
- Luka bakar pada lidah (bisa menyebabkan kerusakan sementara pada jonjot-jonjot pengecap)
- Bell's palsy (bisa menyebabkan berkurangnya pengecapan pada salah satu sisi lidah)
- Depresi.

DIAGNOSA

Untuk menguji penciuman, bisa digunakan wewangian yang berasal dari minyak wangi, sabun dan makanan (misalnya kopi atau cengkeh).
Untuk menguji pengecapan bisa digunakan gula (manis), jus jeruk (asam), garam (asin) dan aspirin-kuinin-lidah buaya (pahit).

Keadaan mulut juga diperiksa, untuk melihat kemungkinan adanya infeksi atau kekeringan (terlalu sedikit ludah).

Jarang diperlukan pemeriksaan CT scan maupun MRI kepala.

PENGOBATAN

Tergantung kepada penyebabnya, bisa dilakukan hal-hal berikut:
- Merubah atau mengentikan pemakaian obat-obat yang diduga menjadi penyebab terjadinya kelainan ini
- Menjaga agar mulut tetap basah dengan cara mengulum permen
- Menunggu beberapa minggu untuk melihat perkembangan selanjutnya.

Tambahan seng (bisa dibeli bebas maupun dengan resep dokter) bisa mempercepat penyembuhan, terutama pada kelainan yang timbul setelah serangan flu.(medicastore)